JAKARTA – FOKUSINEWS.COM Ancaman kepindahan warga ke negara tetangga bergulir dari wilayah perbatasan Kalimantan Utara (Kaltara). Mereka mengaku muak dengan keterbatasan akses logistik dan listrik yang dinilai membahayakan kelangsungan hidup di kampung halaman.
Keluhan itu disampaikan Anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Deddy Sitorus, dalam rapat kerja bersama Menteri Dalam Negeri dan Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) di Jakarta, Kamis (16/7/2026). Menurut Deddy, warga di sejumlah titik perbatasan hanya menikmati listrik rata-rata empat jam sehari dan kesulitan mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) serta sembako akibat buruknya akses jalan.
“Hari-hari ini semakin mengerikan, karena ketiadaan akses jalan itu maka untuk mendapatkan sembako juga enggak bisa, mendapatkan BBM enggak bisa. Listrik rata-rata sudah turun 4 jam per hari. Satu-dua bulan lagi mungkin sudah enggak ada listrik di daerah perbatasan Kalimantan Utara,” ujar Deddy dalam rapat tersebut.
Politisi PDI Perjuangan itu menyebut Kalimantan Utara merupakan provinsi dengan garis perbatasan terpanjang di Indonesia. Namun, minimnya perhatian pemerintah pusat justru membuat wilayah tersebut terisolasi, sehingga masyarakat di pedalaman tidak merasakan kehadiran negara secara maksimal.
Deddy mengaku mendengar langsung pernyataan putus asa dari warga saat dirinya berkunjung ke daerah pemilihan. Mereka menyatakan cinta terhadap Indonesia, tetapi merasa tidak diurus.
“Kemarin mereka menemui saya waktu saya ke dapil. Mereka bilang begini, ‘Kami cinta negara ini, Pak. Tapi kalau kami diterlantarkan terus, sudah kami pindah saja ke Malaysia. Buat apa kami terus begini kalau tidak dipedulikan?’,” kata Deddy menirukan keluhan warga.
Menanggapi hal itu, Deddy mendesak Kementerian Dalam Negeri dan BNPP untuk segera berkoordinasi dengan kementerian teknis, terutama Kementerian Pekerjaan Umum, guna membangun infrastruktur jalan yang menghubungkan daerah perbatasan dengan pusat logistik. Ia juga meminta persoalan ini disampaikan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto agar mendapatkan perhatian prioritas. Mendagri Tito Karnavian menjelaskan, kami akan rapat bersama dengan kementrian PU terlebih dahulu untuk membicarakan terkait usulan Deddy Sitorus agar warga perbatasan Indonesia – Malaysia menjadi perhatian serius.
Sumber : Tribun-Video-Com
Editor : FN – AR





