MAMBERAMO RAYA, 24 September 2026 — Upaya memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Mamberamo Raya terus didorong melalui kolaborasi antara tokoh adat dan Batalyon TP 910 Aherfaiyona. Kepala Suku Meop, Jorgen Meop, mengajak masyarakat untuk tidak hanya mengandalkan sumber pangan yang tersedia, tetapi mulai mengembangkan potensi pertanian secara mandiri dan berkelanjutan.
Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui kegiatan dalam rangka memperingati Hari Tani Nasional Tahun 2026 yang berlangsung di Kabupaten Mamberamo Raya. Sekitar 30 masyarakat mengikuti kegiatan yang diisi dengan penyuluhan pertanian, diskusi ketahanan pangan, pembagian bibit tanaman serta bantuan sembako.
Jorgen Meop mengatakan, ketahanan pangan merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan keterlibatan masyarakat. Bibit yang telah diberikan diharapkan tidak berhenti pada pembagian semata, tetapi benar-benar ditanam, dirawat dan dikembangkan sehingga dapat memberikan manfaat bagi keluarga.
«“Masyarakat perlu memanfaatkan bibit yang diberikan, mengembangkan lahan pertanian dan terus meningkatkan pengetahuan dalam mengelola pertanian,” ujar Jorgen Meop.»
Menurutnya, pengembangan sektor pertanian dapat menjadi salah satu langkah untuk memenuhi kebutuhan pangan sekaligus membuka peluang peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Jorgen Meop juga menyampaikan dukungan terhadap program pemerintah di bidang ketahanan pangan, termasuk PSN ketahanan pangan, khususnya pengembangan Food Estate di Merauke. Ia berharap berbagai program tersebut dapat memberikan dampak positif terhadap masyarakat dan turut meningkatkan kesejahteraan.
Selain ketahanan pangan, Kepala Suku Meop turut menyatakan dukungannya terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menilai pemenuhan kebutuhan gizi anak-anak merupakan bagian penting dalam mempersiapkan generasi masa depan.
Kolaborasi bersama Batalyon TP 910 Aherfaiyona diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan warga, khususnya di bidang pertanian dan ketahanan pangan.
Jorgen juga mengajak masyarakat, tokoh adat, pemuda dan seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan persatuan. Ia mengingatkan agar masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang dapat mengganggu situasi keamanan dan hubungan sosial di tengah masyarakat.
“Dengan situasi yang aman dan kondusif, masyarakat dapat lebih fokus membangun pertanian dan meningkatkan kesejahteraan,” katanya.
Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mendorong ketahanan pangan dari tingkat masyarakat. Kolaborasi antara Kepala Suku Meop, masyarakat dan Batalyon TP 910 Aherfaiyona diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi dilanjutkan melalui penanaman, perawatan dan pengembangan lahan secara konsisten.
Dari lahan yang dikelola masyarakat, ketahanan pangan diharapkan tumbuh menjadi kekuatan ekonomi sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun kesejahteraan masyarakat Mamberamo Raya secara berkelanjutan.





