Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menginformasikan bahwa pada tanggal 20 Januari dini hari, ada badai magnet Bumi dengan skala berat di Bumi. Badai magnet ini diperkirakan terjadi hingga beberapa hari ke depan menurut informasi dari National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA).
Mengutip dari akun Instagram Bidang Geofisika Potensial BMKG (@geopot_bmkg), penyebab utama badai magnetik tanggal 20 Januari ini bersumber dari ledakan Matahari moderat yang mengakibatkan lontaran massa korona ke Bumi. Aliran partikel bermuatan dari lubang korona tersebut mempercepat angin Matahari yang mengenai medan magnet Bumi, menyebabkan tekanan pada magnetosfer.
Saat angin Matahari mengenai medan magnet Bumi, terjadi gangguan/fluktuasi yang membuat medan magnet mengalami gangguan kuat sehingga menghasilkan badai magnet level G4 (Severe) menurut NOAA.
Berdasarkan hasil monitoring BMKG dari nilai Indeks K dan indeks A nya, nilai indeks A maksimum yang tercatat adalah 63. Hal ini mengindikasikan adanya badai magnet dengan skala kuat hingga berat yang tercatat oleh stasiun pengamatan magnet di Indonesia.
