REMBANG, Fokusinews.com – Fenomena kuliner murah meriah kembali mengguncang Kabupaten Rembang. Bakso Pak De yang baru buka di awal bulan puasa langsung viral dan diserbu pembeli. Dengan harga hanya Rp5 ribu per porsi, warung bakso ini laris manis tanpa henti sejak hari pertama beroperasi, Rabu (18/3/2026).
Bakso milik Sunardi (sekitar 50 tahun) ini menawarkan cita rasa khas dengan perpaduan daging ayam dan sapi pilihan, lengkap dengan tetelan yang menggugah selera. Tak heran, meski harganya sangat terjangkau, kualitas rasa tetap menjadi daya tarik utama.
Awalnya, Sunardi membuka usaha di kawasan Japerejo, tepatnya di samping pabrik sepatu HSK. Kini, ia memperluas usahanya dengan membuka cabang di Jalan Japerejo, perbatasan Pancur–Pamotan. Warungnya buka mulai pukul 10.00 WIB hingga 23.00 WIB, dan hampir setiap hari dipadati pembeli.
Sunardi bukan pemain baru di dunia perbaksoan. Ia sudah berjualan sejak tahun 1990 dan pernah terlibat dalam membesarkan usaha bakso milik keluarganya yang cukup dikenal di Rembang.
“Saya tetap menyebut ini bakso, bukan pentol. Karena dari bahan, rasa, dan kualitas memang layak disebut bakso, meskipun harganya hanya Rp5 ribu,” ujarnya.
Ia menegaskan, harga murah bukan berarti mengorbankan kualitas. Justru, ia ingin menghadirkan bakso enak yang bisa dinikmati semua kalangan masyarakat.
Salah satu pelanggan, Agung, warga Pancur, mengaku ketagihan dengan cita rasa Bakso Pak De. Bahkan, ia hampir setiap hari membeli.
“Rasanya enak, dagingnya terasa, porsinya juga pas. Dengan harga segitu, ini luar biasa sih,” ungkapnya.
Kehadiran Bakso Pak De pun kini menjadi perbincangan hangat di kalangan pecinta kuliner lokal. Banyak warga rela antre demi mencicipi sensasi bakso murah dengan rasa yang tidak murahan.
Dengan kombinasi harga “merakyat” dan rasa “kelas atas”, tak heran jika Bakso Pak De digadang-gadang menjadi kuliner legendaris baru di Rembang.
Reporter: Read One
