fokusinews.com / Biak — Bupati Biak Numfor, Markus Octovianus Mansnembra, S.H., M.M., menyampaikan delapan pesan krusial kepada insan pers dalam rangka mendorong terciptanya jurnalisme yang sehat, profesional, dan berkontribusi bagi pembangunan daerah.
Pesan tersebut disampaikan saat membuka kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dan Halal Bihalal Wartawan se-Kabupaten Biak Numfor dan Supiori yang digelar Forum Wartawan Indonesia Reformasi Kabupaten Biak Numfor di Swiss-Belhotel Cendrawasih Biak, Selasa (07/04/2026).

Dalam arahannya, Bupati Markus menegaskan bahwa profesionalisme seorang jurnalis harus dibarengi dengan etika dan adab yang kuat.
“Profesionalisme tanpa adab dianggap keterampilan kosong. Karena itu, jurnalis wajib bersikap independen, akurat, berimbang, serta disiplin dalam melakukan verifikasi,” tegasnya di hadapan para wartawan.
Ia kemudian merinci tujuh poin utama serta satu poin penutup yang diharapkan menjadi pedoman kerja bagi insan pers di daerah.
Pertama, wartawan diminta menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik (KEJ), menjaga martabat profesi, serta memiliki integritas dalam setiap karya jurnalistik.
Kedua, Bupati menekankan pentingnya pemberitaan berbasis fakta dengan prinsip ABC, yakni Akurat, Balance (berimbang), dan Clear (jelas), sehingga informasi yang disajikan tidak sekadar opini atau gosip.
Ketiga, ia mengingatkan pentingnya prinsip cover both sides, di mana setiap pemberitaan harus melalui proses konfirmasi agar tidak bersifat sepihak, terutama dalam isu kebijakan publik.
Keempat, insan pers diharapkan menjadi garda terdepan dalam melawan hoaks dan disinformasi, serta menyajikan informasi yang edukatif dan tidak memecah belah masyarakat.
Kelima, Bupati mendorong penerapan jurnalisme konstruktif, yakni tetap kritis namun juga mampu menampilkan potensi daerah serta capaian pembangunan guna membangun optimisme publik.
Keenam, peningkatan kompetensi wartawan menjadi perhatian penting, salah satunya melalui Uji Kompetensi Wartawan (UKW), agar kualitas karya jurnalistik dapat dipertanggungjawabkan.
Ketujuh, wartawan diminta mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital, termasuk pemanfaatan Artificial Intelligence (AI), tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar jurnalistik, serta membuka ruang kolaborasi dengan jurnalis warga.
Sebagai poin penutup, Bupati Markus secara khusus menyoroti pentingnya menjaga kekompakan antar wartawan. Ia mengingatkan agar tidak terjadi pengkotak-kotakan yang dapat merusak persatuan di kalangan insan pers.
“Jaga kebersamaan. Kalau ada yang sudah mahir menulis, bantu teman-temannya yang masih belajar. Intinya komunikasi itu penting,” pesannya.
Pemerintah Kabupaten Biak Numfor, lanjutnya, terbuka menjalin komunikasi dengan insan pers, namun tetap mengedepankan kejelasan identitas serta mekanisme kelembagaan melalui Bagian Humas Setda Biak.
Melalui delapan pesan tersebut, Pemerintah Kabupaten Biak Numfor berharap kemitraan antara pemerintah dan pers sebagai pilar keempat demokrasi dapat terus terjalin secara elegan, berwibawa, dan bertanggung jawab.