HMI Karawang Soroti Pekerjaan Paving Block: jalan Tuvarep Sisa Material Dibiarkan, Pengendara Motor Tergelincir

Fokusinews.com Karawang Rabu 14 Oktober 2026

Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Karawang menyoroti pelaksanaan pekerjaan pemasangan paving block di Jalan Tuparev . Berdasarkan kajian dan pengamatan lapangan, organisasi mahasiswa tersebut menemukan indikasi ketidaksesuaian dalam metode pelaksanaan, lemahnya pengawasan, serta risiko keselamatan bagi pengguna jalan.

Ketua Umum HMI Cabang Karawang, Satria Barqy, mengatakan temuan utama berada pada tahap pengisian celah antarpaving menggunakan material screening. Menurutnya, sisa material tidak dibersihkan secara menyeluruh setelah pekerjaan selesai, sehingga butiran kerikil masih tertinggal dan menumpuk di badan jalan.

“Kondisi ini bukan sekadar soal kerapian atau kebersihan. Pada siang hari, permukaan jalan masih dipenuhi butiran kerikil yang mengurangi daya cengkeram ban kendaraan,” ujar Satria, [tanggal].

Ia menyebut, dampak nyata sudah terjadi. Berdasarkan temuan HMI, telah ada kejadian pengendara sepeda motor yang tergelincir akibat kerikil yang tersebar di permukaan jalan. “Ini sudah menjadi risiko keselamatan nyata bagi masyarakat yang melintas,” katanya.

Satria juga menilai penyiraman yang dilakukan setelah pemasangan paving block tidak menyelesaikan persoalan. Material screening masih tertinggal di permukaan dan jalan masih berdebu saat dilalui kendaraan. “Penyiraman tidak bisa dianggap sebagai pembersihan akhir apabila sisa material masih mengganggu fungsi dan keselamatan jalan,” ujarnya.

Selain soal pembersihan, HMI Karawang menemukan tidak adanya barikade atau pembatas yang memadai untuk mengamankan area material dan pekerjaan. Ketiadaan pengamanan tersebut dinilai membuat material mudah tersebar ke jalur lalu lintas dan memperbesar potensi kecelakaan.

Pengawasan Dipertanyakan

Temuan tersebut, menurut Satria, menimbulkan pertanyaan terhadap kualitas pengawasan dan pengendalian pekerjaan. Ia menegaskan pengawasan seharusnya tidak hanya mengejar progres pemasangan, tetapi juga memastikan setiap tahapan sesuai metode yang disetujui, area kerja bersih, dan jalan aman sebelum digunakan masyarakat.

“Tidak dilaksanakannya pembersihan menyeluruh mengindikasikan kelemahan pengawasan, pengendalian mutu, dan pemeriksaan hasil akhir pekerjaan,” tuturnya.

HMI Karawang juga meminta dilakukan verifikasi dokumen metode pelaksanaan (method statement). Verifikasi tersebut mencakup apakah kontraktor telah menyusun dan mengajukan metode pelaksanaan, apakah metode itu telah diperiksa dan disetujui pihak berwenang sesuai prosedur kontrak, serta apakah pelaksanaan di lapangan benar-benar mengikutinya.

Lima Tuntutan

Dalam pernyataan sikapnya, HMI Cabang Karawang menyampaikan lima tuntutan. Pertama, mendesak kontraktor pelaksana segera membersihkan seluruh sisa material screening dan memastikan tidak ada kerikil lepas yang membahayakan pengguna jalan. Kedua, mendesak pemasangan barikade dan rambu peringatan selama area kerja masih berisiko, termasuk pembatasan akses kendaraan sementara jika diperlukan.

Ketiga, meminta dinas terkait dan konsultan pengawas membuka serta memverifikasi dokumen metode pelaksanaan. Keempat, meminta evaluasi menyeluruh atas metode pelaksanaan, pengawasan, pengendalian mutu, kebersihan, serta keselamatan dan kesehatan kerja (K3), termasuk evaluasi tanggung jawab para pihak sesuai kontrak dan ketentuan yang berlaku.

Kelima, HMI Karawang menyatakan akan terus mengawal persoalan ini hingga ada tindak lanjut korektif yang nyata. Apabila tidak ada respons, pihaknya siap menempuh langkah lanjutan, termasuk beraudiensi dengan dinas terkait dan DPRD.

“Pembangunan infrastruktur harus menghadirkan jalan yang aman dan layak, bukan menambah risiko bagi masyarakat. Kami berharap temuan ini ditindaklanjuti secara serius dan transparan,” pungkas Satria.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kontraktor pelaksana dan dinas terkait belum memberikan tanggapan ucapnya

  1. Penulis : JS

Pos terkait