FOKUSINEWS.COM — Maros iversitas Muslim Maros (UMMA) memfasilitasi kuliah umum bertema “Mahasiswa Sebagai Benteng Bangsa: Peran Generasi Muda dalam Pencegahan Narkoba dan Judi Online” yang diselenggarakan BPC HIPMI Maros melalui HIPMI Perguruan Tinggi UMMA di Atrium UMMA Maros, Senin (19/10/2026).
Kegiatan ini menghadirkan Kapolres Maros, Devi Sujana, serta Ketua Badan Pengurus Wilayah (BPW) HIPMI Sulawesi Selatan, Andi Amar Ma’ruf Sulaiman, BBUSMAN., M.H., sebagai narasumber. Forum ini menjadi ruang edukasi bagi mahasiswa untuk memahami tantangan pencegahan narkoba dan judi online sekaligus memperkuat peran generasi muda dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Dalam pemaparannya, Kapolres Maros Devi Sujana menekankan bahwa pencegahan penyalahgunaan narkoba dan praktik perjudian daring membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, tidak hanya kepolisian, tetapi juga institusi pendidikan, keluarga, dan masyarakat.
Menurutnya, perkembangan teknologi dan kemudahan akses internet menghadirkan tantangan tersendiri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Karena itu, langkah pencegahan perlu dilakukan melalui edukasi, peningkatan kesadaran, serta partisipasi aktif masyarakat dalam mengantisipasi potensi tindak pidana.
Lingkungan kampus, lanjutnya, memiliki peran penting dalam membangun kesadaran mahasiswa agar mampu mengenali risiko penyalahgunaan narkoba dan judi online, sekaligus menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang aman dan sehat.
Mahasiswa juga diharapkan tidak bersikap acuh terhadap persoalan sosial di sekitarnya. Melalui pemahaman yang baik dan kepedulian bersama, generasi muda dapat berkontribusi dalam mencegah perilaku berisiko serta mendukung terciptanya situasi kamtibmas yang kondusif.
Sementara itu, Ketua BPW HIPMI Sulawesi Selatan, Andi Amar Ma’ruf Sulaiman, menyoroti pentingnya peran pemerintah dan kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi maraknya praktik judi online. Ia menjelaskan bahwa upaya pemblokiran situs perjudian daring yang dilakukan pemerintah bersama Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) terus menghadapi tantangan karena kemunculan situs-situs baru.
Menurutnya, upaya pemberantasan judi online tidak cukup hanya melalui pemblokiran, tetapi perlu disertai edukasi dan peningkatan literasi digital agar masyarakat, khususnya mahasiswa, memahami risiko serta dampak yang ditimbulkan.
Ia juga menegaskan pentingnya keterlibatan perguruan tinggi sebagai ruang strategis untuk membangun karakter, meningkatkan kesadaran, dan mendorong generasi muda mengambil peran aktif dalam menghadapi persoalan narkoba dan judi online.
Pada sesi diskusi, mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk berdialog langsung dengan para narasumber mengenai tantangan pencegahan kedua persoalan tersebut serta langkah-langkah yang dapat dilakukan di lingkungan kampus maupun masyarakat.
Ketua BPC HIPMI Maros, Muhammad Rezky, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan program Komisi III BPC HIPMI Maros yang menyasar kalangan mahasiswa. Menurutnya, perguruan tinggi merupakan ruang strategis untuk menumbuhkan kepedulian sosial dan mendorong keterlibatan generasi muda dalam menghadapi berbagai persoalan yang berkembang di masyarakat.
Melalui fasilitasi Universitas Muslim Maros dan kolaborasi antara HIPMI dengan Polres Maros, kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat peran kampus sebagai ruang edukasi dan diskusi yang mendorong lahirnya generasi muda yang berintegritas, produktif, serta memiliki kepedulian terhadap keamanan dan masa depan bangsa.(**)
Editor : Ab Sulsel🙏




