Kebakaran hutan dan lahan mengganas kabut asap tebal selimuti perumnas griya anugrah Bayuasin sejak sore hari.

Fokusinew.com.

FOKUSINEWS.COM, BANYUASIN – Dampak Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah Sumatera Selatan kian meluas dan memasuki tingkat yang mengkhawatirkan. Pada Minggu (11/10/2026), kabut asap pekat terpantau mulai mengepung kawasan pemukiman warga di Perumnas Griya Anugrah, Kelurahan Rimba Asam, Kecamatan Betung, Kabupaten Banyuasin.

Berdasarkan pantauan langsung tim media  di lokasi sejak pukul 17:10 WIB hingga malam hari, kualitas udara merosot tajam akibat paparan asap tebal. Jarak pandang (visibility) di gang-gang pemukiman berkurang drastis hingga hanya tersisa belasan meter. Kondisi ini membuat aktivitas warga terganggu serta memicu kekhawatiran mendalam terkait ancaman kesehatan, terutama Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Kronologi Masuknya Asap Pekat di Pemukiman

Serangan kabut asap mulai dirasakan warga Perumnas Griya Anugrah saat sore menjelang malam sekitar pukul 17:10 WIB. Awalnya, bau menyengat khas vegetasi dan kayu terbakar mulai tercium tajam di udara. Tak butuh waktu lama, gumpalan kabut berwarna putih keabu-abuan mulai mengepul tipis hingga akhirnya menebal dan mengepung lorong-lorong perumahan warga.

Memasuki waktu petang, kabut asap terpantau makin pekat mengendap di area pemukiman padat penduduk tersebut. Dari visual yang berhasil dihimpun wartawan, deretan rumah warga di Kelurahan Rimba Asam tampak terselimuti tirai asap putih tebal. Lampu-lampu teras rumah yang dinyalakan warga untuk membantu penerangan hanya mampu menembus jarak pendek, lantaran terhalang oleh pekatnya kabut asap yang mengambang rendah.

Seorang warga setempat mengungkapkan bahwa intensitas asap sore hingga malam ini terasa jauh lebih parah ketimbang hari-hari sebelumnya.

“Sekitar jam 5 lewat sore tadi asap mulai turun sangat cepat. Mulanya hanya bau sangit terbakar, tapi tiba-tiba pandangan mata makin kabur dan pedih. Rumah-rumah di ujung jalan saja sudah tidak kelihatan lagi,” ujar salah satu warga Perumnas Griya Anugrah saat ditemui di lokasi.

Dampak Langsung terhadap Aktivitas dan Kesehatan Warga

Kabut asap tebal akibat Karhutla ini langsung berdampak signifikan pada kehidupan sehari-hari warga Kecamatan Betung, khususnya di Kelurahan Rimba Asam. Jalanan kompleks perumahan yang biasanya ramai oleh anak-anak bermain dan warga bersosialisasi di sore hari mendadak sepi.

Sebagian besar warga memilih untuk tetap berada di dalam rumah dan menutup rapat pintu serta jendela demi menghindari masuknya partikel debu halus dan asap beracun. Pengendara roda dua yang melintas di area jalan pemukiman maupun jalan lintas utama terpaksa memelankan laju kendaraan mereka serta menyalakan lampu utama demi menjaga keselamatan akibat jarak pandang yang terbatas.

Dampak kesehatan pun mulai dirasakan oleh kelompok rentan, seperti anak-anak, balita, serta lansia. Beberapas saat setelah asap tebal mengepung, warga mengaku mulai merasakan tenggorokan gatal, mata perih, serta batuk ringan.

Beberapa poin utama dampak langsung Karhutla di Betung antara lain:

  • Penurunan Jarak Pandang: Jarak pandang terbatas meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas di jalan raya maupun area kompleks pemukiman.
  • Penurunan Kualitas Udara: Konsentrasi partikulat (PM2.5) dari asap kebakaran memicu gangguan pernapasan instan.
  • Ancaman ISPA: Risiko lonjakan kasus batuk, sesak napas, dan infeksi saluran pernapasan, khususnya pada anak-anak dan lansia.
  • Lumpuhnya Aktivitas Luar Ruangan: Kegiatan ekonomi warga skala kecil dan mobilitas harian terganggu akibat minimnya jarak pandang dan bahaya polusi.

Penelusuran Sumber Karhutla dan Kondisi Cuaca

Kecamatan Betung yang terletak di jalur strategis Kabupaten Banyuasin kerap menjadi wilayah perlintasan dan penampungan asap kiriman saat musim kemarau panjang. Diduga kuat, kabut asap yang menyelimuti Kelurahan Rimba Asam pada Minggu sore merupakan kombinasi dari titik panas (hotspot) lokal serta asap kiriman dari kawasan lahan gambut atau perkebunan yang terbakar di sekitar wilayah Banyuasin dan sekitarnya.

Kondisi angin yang bertiup mengarah ke kawasan pemukiman ditambah dengan kelembapan udara sore hari yang mulai meningkat menyebabkan gumpalan asap terperangkap di lapisan bawah atmosfer (inversi suhu), sehingga asap mengendap lama di atas pemukiman warga.

Imbauan dan Harapan Warga kepada Pemerintah Daerah

Menanggapi situasi emergency kabut asap yang kian memburuk ini, warga Perumnas Griya Anugrah sangat berharap ada tindakan nyata dan cepat dari Pemerintah Kabupaten Banyuasin, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta instansi terkait.

Warga mendesak agar tim satgas darat penanggulangan Karhutla segera memadamkan titik-titik api yang masih menyala di sekitar Kecamatan Betung agar pasokan asap dapat segera terhenti. Selain itu, warga juga mengharapkan adanya tindakan preventif dari Dinas Kesehatan berupa bantuan pembagian masker standar medis (seperti masker N95 atau surgical mask) serta kesiapan puskesmas setempat dalam melayani pasien terdampak asap.

Berikut beberapa langkah krusial yang diharapkan warga dapat segera direalisasikan:

  1. Pemadaman Titik Api Cepat: Optimalisasi Satgas Karhutla untuk melakukan pemadaman darat dan pembasahan (wetting) lahan yang terbakar.
  2. Posko Kesehatan & Pembagian Masker: Pendirian posko kesehatan darurat dan pembagian masker secara gratis kepada masyarakat terdampak.
  3. Edukasi dan Himbauan: Pemberian panduan resmi bagi masyarakat terkait penanganan kondisi udara tidak sehat dan pencegahan paparan asap.
  4. Penegakan Hukum: Tindakan tegas terhadap pihak-pihak atau oknum yang sengaja melakukan pembakaran lahan demi membuka lahan baru.

Imbauan Keselamatan untuk Masyarakat

Mengingat kondisi udara yang masih diselimuti kabut asap pekat hingga malam hari ini, media mengimbau seluruh masyarakat di Kelurahan Rimba Asam dan wilayah Kecamatan Betung. secara umum untuk mematuhi petunjuk keselamatan berikut: Gunakan Masker: Selalu gunakan masker saat terpaksa beraktivitas di luar rumah demi menyaring partikel debu dan asap.Kurangi Aktivitas Luar: Batasi aktivitas fisik berat di luar ruangan, terutama bagi anak-anak, ibu hamil, dan lansia.Tutup Akses Udara Luar: Tutup ventilasi, pintu, dan jendela rumah saat asap di luar sedang memuncak. Konsumsi Air Putih yang Cukup: Perbanyak minum air putih untuk membantu menjaga hidrasi tubuh dan mengeliminasi racun.Segera Berobat: Jika mengalami gejala sesak napas, mata merah akut, atau batuk terus-menerus, segera datangi fasilitas kesehatan terdekat.

Hingga berita ini diturunkan pada Minggu malam (11/10/2026), kabut asap masih terpantau menyelimuti kawasan Perumnas Griya Anugrah Betung. Tim media akan terus memantau perkembangan situasi kualitas udara serta upaya penanggulangan Karhutla oleh pihak berwenang di Kabupaten Banyuasin.

(Suparman)🇮🇩🇮🇩🇮🇩

Pos terkait