LSM LIRA Kaltara Desak Hukuman Mati untuk Koruptor Triliunan

 

TARAKAN – FOKUSINEWS.COM Gubernur Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Kalimantan Utara, Abdul Rahman, secara terbuka mendesak pemerintah dan aparat penegak hukum untuk menjatuhkan hukuman mati bagi para koruptor kelas kakap yang nilai kerugian negaranya mencapai triliunan rupiah. Desakan ini disampaikan menyusul masih maraknya kasus korupsi di berbagai lini pemerintahan.

Abdul Rahman menilai, praktik korupsi saat ini telah memasuki fase darurat. Ia mengkritik sistem peradilan yang dinilainya belum memberikan efek jera maksimal, sehingga para pelaku justru terkesan tidak gentar meski telah ditetapkan sebagai tersangka.

“Kenapa negara tidak hadir untuk memberikan efek jera? Kalau perlu, koruptor besar, koruptor triliunan itu diberikan hukuman mati saja,” tegas Abdul Rahman , Kamis (9/7/2026).

Menurut Abdul Rahman, vonis penjara rata-rata 6 hingga 10 tahun yang selama ini dijatuhkan pengadilan tidak sebanding dengan kerusakan ekonomi dan sosial yang diakibatkan oleh tindak pidana korupsi berskala besar. Ia menyebut, kerugian negara dari kasus-kasus tertentu bahkan telah menyentuh angka triliunan rupiah, yang dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat kecil.

Lebih lanjut, Abdul Rahman menyoroti sikap para koruptor yang kerap terlihat santai, bahkan tersenyum dan tertawa di hadapan publik pasca-penangkapan. Ia menilai perilaku tersebut mencerminkan ketiadaan rasa malu dan penyesalan, yang muncul akibat lemahnya sanksi yang mengancam.

“Karena mereka tahu hukumannya hanya 6 sampai 10 tahun. Itu tidak sebanding dengan triliunan uang rakyat yang mereka curi,” ujarnya.

Di akhir pernyataannya, Abdul Rahman mengimbau seluruh pejabat publik, khususnya di Kalimantan Utara, untuk menjaga amanah jabatan dan menjauhi praktik korupsi. Ia mengingatkan bahwa gaji serta fasilitas yang diterima dari negara sudah seharusnya cukup untuk hidup layak.

Ia juga meminta aparat penegak hukum menjadikan kasus-kasus besar sebagai momentum untuk menunjukkan komitmen tanpa kompromi dalam memberantas korupsi di Indonesia.

“Jadilah teladan bagi rakyat. Tunjukkan rasa cinta tanah air dengan melayani, bukan mengeruk kekayaan negara,” pesannya.

Editor  : FN – AR

Pos terkait