Pemkab Tapanuli Tengah Salurkan 8.531 Bantuan Perlengkapan Sekolah bagi 181 Satuan Pendidikan

Oplus_131072

 

PANDAN—Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah melalui Dinas Pendidikan terus memberikan perhatian serius terhadap pemenuhan layanan dasar masyarakat, khususnya di bidang pendidikan. Perhatian tersebut dilaksanakan dengan semangat Sahata Saoloan—kebersamaan, kesatuan langkah, dan gotong royong—untuk memastikan masyarakat merasakan kehadiran pemerintah, terutama pada saat menghadapi masa-masa sulit akibat bencana.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tapanuli Tengah, Johannes Simanjuntak,S.Pd, MM pada Kamis, 24 September 2026 mengatakan, bencana tidak hanya berdampak pada rumah, fasilitas umum, dan kehidupan sosial masyarakat, tetapi juga dapat mengganggu keberlangsungan pendidikan anak-anak. Kehilangan maupun kerusakan perlengkapan sekolah dapat menjadi hambatan bagi peserta didik untuk kembali belajar dengan nyaman dan penuh semangat.

Johannes Simanjuntak, menyampaikan bahwa penyaluran bantuan perlengkapan sekolah ini merupakan bentuk nyata kepedulian Bupati Tapanuli Tengah, Wakil Bupati Tapanuli Tengah bersama jajaran pemerintah daerah untuk menjamin keberlangsungan pendidikan anak-anak di wilayah terdampak.

“Bentuk kepedulian ini untuk memastikan pendidikan anak korban bencana tetap berlanjut. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah hadir untuk memastikan bahwa bencana tidak boleh memutus harapan dan masa depan anak-anak Tapanuli Tengah,” tegas Johannes.

Ia lebih lanjut mengungkapkan, salah satu bentuk nyata kehadiran tersebut diwujudkan melalui pemberian bantuan alat dan perlengkapan sekolah bagi peserta didik terdampak bencana. Bantuan ini bukan sekadar pemberian perlengkapan, tetapi merupakan bagian dari upaya pemulihan layanan pendidikan serta dukungan agar peserta didik dapat kembali mengikuti proses pembelajaran dengan baik.

Berdasarkan data penerima, bantuan ini menyasar peserta didik pada jenjang TK/PAUD, SD, dan SMP dengan rincian sebagai berikut :

•TK/PAUD : Menjangkau 32 satuan pendidikan dengan total 425 peserta didik.
•Sekolah Dasar (SD) : Menjangkau 104 satuan pendidikan dengan total 5.472 peserta didik.
•Sekolah Menengah Pertama (SMP) : Menjangkau 45 satuan pendidikan dengan total 2.634 peserta didik.

Secara keseluruhan, sebanyak 8.531 peserta didik dari 181 satuan pendidikan menjadi bagian dari upaya pemulihan pendidikan ini.

Semangat Sahata Saoloan menjadi landasan untuk bergerak bersama. Pemerintah, sekolah, guru, orang tua, dan seluruh elemen masyarakat memiliki tujuan yang sama: memulihkan pendidikan, mengembalikan semangat belajar, dan menjaga masa depan generasi Tapanuli Tengah. .”ujar Johannes Simanjuntak

Bagi Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah, pemulihan pascabencana bukan hanya tentang membangun kembali apa yang rusak. Pemulihan juga berarti mengembalikan harapan, menghadirkan rasa aman, dan memastikan setiap anak tetap memperoleh haknya untuk belajar dan meraih cita-cita.”tandasnya

“Pemerintah kabupaten Tapanuli Tengah hadir bukan hanya ketika keadaan baik-baik saja. Pemerintah harus hadir ketika masyarakat membutuhkan.”

Dengan semangat Sahata Saoloan, kita bergandengan tangan, bergerak bersama, dan memastikan tidak ada anak Tapanuli Tengah yang kehilangan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan hanya karena terdampak bencana.

Bersama Pulih, Bersama Bangkit, Pendidikan Tapanuli Tengah Lebih Kuat.(JN)

 

Pos terkait