Biak-Papua. Fokusinews.com. Di balik kemeriahan tarian adat, parade budaya, pertunjukan seni, hingga melonjaknya masyarakat yang memadati Lapangan Cenderawasih Biak selama sepekan, terdapat operasi pengamanan yang berlangsung tanpa henti.
Sejak pembukaan hingga penutupan Festival Biak Munara Wampasi (FBMW) 2026 pada Selasa malam, 7 Juli 2026, jajaran Polres Biak Numfor memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan kondusif.
Kepala Bagian Operasi (Kabag Ops) Polres Biak Numfor, M. Rumbrapuk, menjelaskan bahwa pengamanan telah dilaksanakan secara menyeluruh sejak 1 Juli hingga 7 Juli 2026 atas perintah langsung Kapolres Biak Numfor.
“Ini merupakan perintah Bapak Kapolres Biak Numfor agar setiap rangkaian kegiatan Festival Biak Munara Wampasi mendapatkan pengamanan secara maksimal. Selain menjalankan tugas rutin kepolisian, seluruh personel juga diperintahkan untuk selalu siap memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya di Lapangan Cenderawasih Biak.
Menurutnya, kehadiran polisi selama festival tidak semata-mata untuk menjaga keamanan, tetapi juga memberikan rasa nyaman kepada masyarakat dan wisatawan yang datang menikmati pesta budaya terbesar di Kabupaten Biak Numfor tersebut.
Mengusung tema “Elok Alamku, Pesona Budayaku”, Festival Biak Munara Wampasi 2026 menjadi ruang bagi masyarakat untuk merayakan kekayaan budaya Biak sekaligus memperkenalkan potensi pariwisata daerah kepada wisatawan nusantara maupun mancanegara.
Karena itu, pendekatan pengamanan yang diterapkan tidak bersifat kaku.
“Kami tidak ingin masyarakat merasa dibatasi ketika menikmati festival. Polisi hadir memberikan rasa aman sehingga masyarakat dapat merayakan kegiatan budaya ini dengan nyaman dan tertib,” jelas Rumbrapuk.
Dalam operasi pengamanan tersebut, Polres Biak Numfor mengerahkan sekitar 50 personel, baik pengamanan terbuka maupun tertutup. Personel ditempatkan di berbagai titik strategis, mulai dari lokasi pertunjukan, jalur lalu lintas, pusat keramaian, hingga area yang dinilai membutuhkan pengawasan khusus.
Keberadaan personel berpakaian dinas maupun petugas yang bertugas secara tertutup menjadi bagian dari strategi untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan tanpa mengurangi kenyamanan pengunjung.
Selama tujuh hari penyelenggaraan festival, ribuan masyarakat memadati berbagai lokasi kegiatan budaya. Meski melibatkan tamu dari luar daerah dan tingginya mobilitas pengunjung, situasi keamanan tetap terjaga.
Hingga malam penutupan, pihak kepolisian menyatakan tidak terdapat gangguan keamanan yang menonjol maupun laporan kejadian yang mengganggu jalannya festival. Arus lalu lintas, aktivitas masyarakat, serta seluruh agenda budaya dapat berlangsung sesuai jadwal.
Keberhasilan pengamanan ini menjadi salah satu faktor penting yang mendukung suksesnya Festival Biak Munara Wampasi 2026. Sinergi antara aparat keamanan, Pemerintah Kabupaten Biak Numfor, panitia pelaksana, TNI, instansi terkait, relawan, dan masyarakat dinilai mampu menciptakan suasana yang aman serta kondusif sepanjang pelaksanaan festival.
Penutupan FBMW 2026 pun berlangsung meriah. Ribuan warga memadati Lapangan Cenderawasih untuk menyaksikan puncak acara, yang menjadi simbol berakhirnya perayaan budaya tahunan Kabupaten Biak Numfor. Selain menjadi ajang pelestarian tradisi, festival ini juga memperkuat identitas budaya Biak sebagai salah satu destinasi wisata budaya unggulan di Papua.
Keamanan yang terjaga selama seluruh rangkaian kegiatan menjadi bukti bahwa pelestarian budaya dan ketertiban masyarakat dapat berjalan beriringan.
Dengan situasi yang aman dan kondusif sejak hari pertama hingga penutupan, Festival Biak Munara Wampasi 2026 meninggalkan kesan positif bagi masyarakat, wisatawan, maupun seluruh pihak yang terlibat dalam menyukseskan pesta budaya tersebut.






