Perkuat Persatuan Lewat  Idul Fitri, Mantan Menteri Kehutanan Sampaikan Amanat Di Masjid Al Husna

Nasional Uncategorized

fokusinews.com // Jakarta – Perkuat Persatuan Lewat  Idul Fitri, Mantan Menteri Kehutanan Sampaikan Amanat Di Masjid Al HUSNA
Masjid bersejarah Jakarta Utara jadi tempat perayaan penuh kebersamaan lintas generasi

Pelaksanaan Sholat Idul Fitri 1447 Hijriah pada hari Jumat (20/3/2026) berlangsung dengan khidmat dan penuh semangat kebersamaan di Masjid Raya Al Husna, Jakarta Utara. Ribuan jamaah dari berbagai kalangan masyarakat memadati area masjid sejak pagi hari, tidak hanya untuk menunaikan ibadah wajib, tetapi juga untuk merayakan hari kemenangan setelah menjalani ibadah puasa Ramadan dengan penuh kesungguhan.

Sebagai salah satu masjid bersejarah di Jakarta Utara, Masjid Al Husna telah aktif menjadi pusat aktivitas keagamaan dan pembinaan masyarakat sejak era 1970–1980-an. Sejak awal berdirinya, masjid ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat beribadah, tetapi juga sebagai wadah bagi generasi muda dan aktivis Islam untuk berkumpul serta mengemban tugas dakwah yang berkelanjutan.

Dalam amanat khusus yang disampaikannya pada momen tersebut, Dr. Ir. Muhammad Saifullah Ka’ban, mantan Menteri Kehutanan Republik Indonesia, menekankan pentingnya menjadikan momentum Idul Fitri sebagai sarana untuk mempererat tali persatuan dan meningkatkan rasa kepedulian sosial di tengah umat. Menurutnya, konsistensi yang telah dijaga Masjid Al Husna dalam menjalankan dakwah dari generasi ke generasi menjadi bukti nyata bagaimana masjid dapat berperan sebagai pemersatu masyarakat.

“Sejak tahun 70–80-an, Masjid Al Husna telah menjadi tempat berkumpulnya anak-anak muda dan para aktivis Islam. Konsistensi dalam menjalankan tugas dakwah itu terus diwariskan kepada setiap generasi, sehingga jamaah semakin bertambah dan hubungan antar generasi semakin erat,” ujarnya.

Mengenai perbedaan penentuan Hari Raya Idul Fitri antara Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU), ia menilai bahwa hal tersebut merupakan bagian dari dinamika keilmuan Islam yang masih berada dalam batas wajar. “Perbedaan tersebut muncul karena adanya perbedaan metode penentuan – sebagian menggunakan metode hisab dan sebagian lainnya menggunakan rukyat atau pengamatan hilal. Semua metode tersebut telah melalui kajian mendalam dan musyawarah bersama para ahli falak dan ulama, sehingga tetap sesuai dengan ajaran agama,” jelasnya.

Dr. Ir. Muhammad Saifullah Ka’ban juga menyampaikan harapannya agar ke depan para ahli falak dan ulama dari berbagai kalangan dapat bekerja sama untuk merumuskan kesepakatan bersama dalam penentuan hilal, dengan memanfaatkan kemajuan teknologi yang ada saat ini. Hal ini diharapkan dapat semakin memperkuat ukhuwah Islamiyah dan menyatukan langkah umat dalam merayakan hari kemenangan.

Menutup amanatnya, ia mengajak seluruh umat Islam untuk tetap menjaga persatuan dan tidak mudah terprovokasi oleh hal-hal yang berpotensi memecah belah. “Mari kita bersama-sama memperkuat rasa kebersamaan dan kepedulian terhadap sesama. Umat Islam harus menjadi pionir dalam menjaga persatuan, baik di lingkup dalam negeri maupun secara internasional,” pungkasnya.

Perayaan Idul Fitri 1447 H di Masjid Al Husna tahun ini tidak hanya menjadi momen yang sarat akan nilai spiritual, tetapi juga mencerminkan kuatnya nilai persatuan, toleransi, serta kesinambungan dakwah lintas generasi yang telah menjadi ciri khas masjid ini selama puluhan tahun di Jakarta Utara.

Jurnalis

Jaya Putra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *