Viral! Wajan Tahun 1984 Masih Dipakai, Bakmi Jowo Pak Min Laris Manis Diburu Pembeli

Rembang, Fokusinews.com – Di tengah menjamurnya kuliner modern, sebuah wajan tua yang telah digunakan sejak tahun 1984 justru menjadi daya tarik tersendiri bagi para pecinta kuliner tradisional di Kabupaten Rembang. Wajan legendaris milik Marmin atau yang akrab disapa Pak Min masih setia digunakan untuk memasak Bakmi Jowo Arang dengan cita rasa khas yang tetap terjaga hingga sekarang.

‎Pria berusia 61 tahun itu mengisahkan bahwa dirinya mulai berjualan Bakmi Jowo sejak tahun 1984. Pada masa awal merintis usaha, ia berjualan secara keliling dengan cara dipikul dari satu tempat ke tempat lainnya.

‎”Sejak tahun 1984 saya sudah berjualan. Dulu masih dipikul keliling. Wajan ini menjadi saksi perjalanan hidup saya mencari nafkah untuk keluarga,” tutur Pak Min kepada wartawan, Jumat (10/7/2026) malam.

‎Menurutnya, meski usia wajannya sudah puluhan tahun, semangat untuk mempertahankan cita rasa dan melayani pelanggan tidak pernah luntur.

‎”Walaupun wajannya sudah tua, semangat dan jiwa harus tetap muda. Wajan ini punya banyak kenangan karena menemani saya menghidupi keluarga selama puluhan tahun,” ungkapnya.

‎Keistimewaan Bakmi Jowo Pak Min terletak pada proses memasaknya yang masih menggunakan arang, sehingga menghasilkan aroma khas yang sulit ditemukan pada masakan modern. Teknik memasak tradisional tersebut menjadi alasan banyak pelanggan tetap setia datang.

‎Salah seorang pelanggan, Marmo, warga Desa Tasik Agung, Rembang, mengaku selalu puas dengan rasa masakan Pak Min.

‎”Rasanya enak, puas, dan aroma arangnya benar-benar khas. Cita rasa seperti ini sekarang sudah sulit ditemukan di tempat lain, khususnya di Rembang,” ujarnya.

‎Selain mempertahankan kualitas rasa, Pak Min juga dikenal dengan harga jual yang ramah di kantong. Dengan hanya Rp15.000, pelanggan sudah dapat menikmati Bakmi Jowo atau nasi goreng lengkap dengan dua tusuk sate ayam dalam porsi yang mengenyangkan.

‎Selama lebih dari empat dekade, Pak Min membuktikan bahwa menjaga kualitas, konsistensi rasa, dan mempertahankan cara memasak tradisional merupakan kunci bertahannya sebuah usaha kuliner. Tak heran, Bakmi Jowo Arang miliknya hingga kini masih menjadi salah satu kuliner favorit masyarakat Rembang dan sekitarnya.

‎Reporter: Read One

Pos terkait