PANDEGLANG – Internal MTs Mathla’ul Anwar Perdana kembali memanas. Setelah video dugaan pembentakan guru viral, kini muncul pengakuan dari pihak guru yang menyebut mantan kepala sekolah berinisial “Aman” melakukan sejumlah pelanggaran, mulai dari bentak siswa, pemukulan, hingga dugaan penyelewengan dana BOS. 23 Juli 2026
Pengakuan itu disampaikan salah satu guru melalui rekaman suara yang diterima redaksi. Hingga berita ini diturunkan, pihak terkait belum memberikan klarifikasi resmi.
Kronologi Guru Sudah Tak Tahan
Menurut pengakuan dalam rekaman audio, pemicu kemarahan mantan kepsek terjadi saat ia datang ke sekolah dan marah-marah di depan guru dan siswa.
“Awalnya guru-guru sudah enggak betah sama kelakuan dia yang suka marah-marah, yang suka bentak-bentak anak, yang suka pukul anak. Sampai ada anak korban itu sampai berdarah,” ujar nya D Dewi
Sumber itu juga menyebut para guru akhirnya sepakat untuk menurunkan jabatan yang bersangkutan dari kepala sekolah.
Dugaan Penyelewengan Dana BOS
Yang paling disorot adalah dugaan penyelewengan dana BOS. Dalam pengakuannya, sumber menyebut dana yang seharusnya cair dalam jumlah besar hanya disalurkan sebagian.
“Masalahnya tuh ada di dia semua. Nyumputin uang BOS. Yang harusnya keluar sekian, sama dia hanya sekian. Misalkan keluar seratus juta, paling ada hanya dua puluh juta yang dikasih. Satu semester,” katanya.
Laporan Sudah Masuk Polsek Patia
Kemarahan memuncak saat oknum tersebut kembali datang ke sekolah dan membentak di ruang kelas di depan siswa. Video kejadian itu kemudian viral. Tuturnya
Tuntutan Guru Usut Tuntas
Para guru menuntut agar kasus ini diusut tuntas. Mereka mengaku memiliki saksi, mulai dari siswa, alumni, hingga dewan guru yang pernah mengalami perlakuan serupa.
saksi-saksi, anak murid yang pernah dipukul sama dianya banyak. Sampai alumni pun ada,” lanjut dewan guru. pungkasnya (irgi)





