Pordi Tegaskan Komitmen “4N 1T”, Ketum Apresiasi Peran 27 Pendiri di Bulukumba

Fokusinews.com, Sabtu 25 Juli 2026

BULUKUMBA — Perkumpulan Olahraga Domino Indonesia (Pordi) kembali mengukuhkan eksistensinya sebagai organisasi olahraga nasional yang terus berkembang pesat. Dalam pertemuan yang berlangsung khidmat di Bulukumba, Sulawesi Selatan, Ketua Umum DPP Pordi Dr. H. Andi Jamaro Dulung, M.Si, menghadirkan secara khusus tiga tokoh penting yang merupakan bagian dari 27 pendiri awal berdirinya Pordi.

Ketiga pendiri yang hadir mendampingi ketua umum di atas panggung tersebut adalah H. Bismark Sanusi, S.H., M.H., Andi Baso Ryadi Mappasulle, serta satu pendiri lainnya yang turut membidani lahirnya organisasi domino di Indonesia.

Dalam sambutannya, Andi Jamaro Dulung menyampaikan rasa hormat dan apresiasi mendalam kepada para perintis. Menurutnya, tanpa keberanian dan dedikasi 27 pendiri awal, Pordi tidak akan pernah tumbuh menjadi organisasi sebesar saat ini.

“Hari ini hadir tiga orang dari 27 orang yang melahirkan Pordi. Kalau tidak ada orang-orang ini yang melahirkan Pordi, maka kita tidak akan pernah sampai di titik hari ini,” ujar Andi Jamaro

Dalam kesempatan tersebut, Ketum Pordi juga mengulas rekam jejak Sulawesi Selatan yang mengukir sejarah besar dalam perjalanan Pordi secara nasional. Sulsel tercatat telah sukses menyelenggarakan ajang Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Domino.

Perjalanan Kejurnas Pordi dimulai dari Kejurnas I yang digelar di Makassar, dilanjutkan Kejurnas II di Jakarta, hingga Kejurnas III yang kembali dipercayakan kepada Makassar. Pada masa awal perintisan tersebut, kepemimpinan Pordi Sulawesi Selatan dipegang oleh Andi Baso Ryadi Mappasulle bersama Andi Mualim yang menjabat sebagai Sekretaris.

Ketum Pordi juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada jajaran pengurus dan tokoh-tokoh yang terus mendukung keberlanjutan organisasi, termasuk dukungan penuh dari jajaran kepemimpinan daerah serta rekan-rekan perjuangan sejak di pusat.

Hingga saat ini, perkembangan Pordi dinilai sangat masif. Pordi telah mengepakkan sayapnya hingga berdiri di 31 provinsi, 272 kabupaten/kota, serta menaungi lebih dari 2.100 gardu (klub/komunitas) yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Ketua Umum Andi Jamaro Dulung menjelaskan bahwa Pordi hadir untuk mengubah stigma negatif masyarakat yang selama ini mengidentikkan permainan domino dengan judi atau sekadar mengisi waktu di pos ronda dan warung kopi. Melalui Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), Pordi mentransformasi domino menjadi cabang olahraga prestasi yang profesional dengan memegang teguh prinsip “4N + 1T”:

· 4N: No Judi, No Narkoba, No Miras, dan No Smoking (Dilarang Merokok saat bertanding)
· 1T: Tertib Ibadah

“Domino yang dulunya dianggap barang tercecer di sudut pasar, tempat parkir, atau warkop, kini telah kita poles menjadi sesuatu yang berharga dan bermartabat. Di Pordi, disiplin atlet sangat dijaga. Anda tidak akan melihat asap rokok di ruang pertandingan. Semua bertanding secara profesional,” tegasnya.

Prinsip ini diibaratkan lewat pepatah Bugis:

“Nauni kaluku kampu, na reko tao macca mittei, makke gunamutu”

Yang bermakna: meskipun awal mulanya dianggap bagai sabut kelapa yang tak bernilai, jika dikelola dan ditempa oleh tangan-tangan yang ahli dan cerdas, maka ia akan menjadi sesuatu yang sangat berguna, bermanfaat, dan bernilai tinggi.

Mengakhiri keterangannya, Ketum Pordi Andi Jamaro menegaskan bahwa pondasi kuat telah diletakkan bersama para pendiri dan pengurus. Ia berharap kepemimpinan dan regenerasi Pordi di masa depan dapat terus menjaga nilai-nilai profesionalisme ini sehingga domino dapat terus berkembang sebagai olahraga prestasi yang dibanggakan di tanah air.

Acara pertemuan di Bulukumba ini menjadi momentum penguatan komitmen organisasi sekaligus penghormatan kepada para pendiri yang telah merintis jalan bagi kemajuan olahraga domino di Indonesia.

Editor: FN – AR

Pos terkait