Fokusinews.com, Rabu 29 Juli 2026
TARAKAN – Praktik kelebihan muatan (overload) pada speedboat penumpang rute Tarakan–Tanah Kuning kembali menyita perhatian. Gubernur LSM Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Provinsi Kalimantan Utara, Abdul Rahman, meminta Dinas Perhubungan (Dishub) dan Syahbandar meningkatkan pengawasan di titik pemberangkatan tidak resmi di kawasan Beringin Tiga.
Abdul Rahman menyoroti masih adanya aktivitas bongkar muat penumpang dan barang di dermaga non-resmi yang dinilai menyulitkan pemantauan petugas. Berdasarkan pengamatannya di lapangan, sejumlah armada diketahui membawa muatan campuran melebihi kapasitas anjuran, sehingga berpotensi membahayakan keselamatan pelayaran.
Ia merekomendasikan agar seluruh kegiatan bongkar muat dialihkan ke pelabuhan resmi SDF guna memudahkan pengawasan terpadu oleh Dishub, Syahbandar, dan Kepolisian.
“Saya meminta kepada Dinas Perhubungan dan pihak Syahbandar untuk mengontrol dan memeriksa kelengkapan surat perjalanan serta kapasitas penumpang speedboat yang mengambil penumpang di daerah Beringin Tiga,” ujar Abdul Rahman di Tarakan, Rabu (29/7/2026).

Menurut dia, inspeksi sebelum keberangkatan (pre-departure inspection) harus menjadi prosedur wajib yang tidak bisa ditawar. Langkah ini penting untuk memastikan kelayakan kapal dan menjamin keselamatan masyarakat pengguna jasa transportasi air.
Abdul Rahman mengingatkan agar aparat tidak bersikap reaktif dengan saling menyalahkan pascaterjadinya musibah. Ia mendorong tindakan preventif segera diambil sebelum kecelakaan merenggut korban jiwa.
“Jangan sampai nanti sudah ada kejadian kecelakaan baru ditegur dan semua pihak saling menyalahkan. Mumpung belum terjadi, saya minta ini diperbaiki dan diantisipasi. Bagaimana caranya agar perjalanan para penumpang ini benar-benar aman dan nyaman,” tegasnya.
Dengan adanya desakan pengetatan pengawasan ini, diharapkan seluruh penyedia jasa transportasi laut dan sungai di Kalimantan Utara mematuhi regulasi keselamatan yang berlaku, guna mencegah kecelakaan dan melindungi keselamatan bersama.
Editor : FN – AR




