FOKUSINEWS.COM — Makassar di saat musim kemarau mulai menyengat dan sebagian warga harus berjuang memenuhi kebutuhan air bersih, sebuah pemandangan berbeda terlihat di sudut Kota Makassar.
Masjid Jabal Nur Bontoa menjadi tempat berlabuhnya harapan warga sekitar. Di tengah teriknya matahari dan kondisi kemarau yang mulai dirasakan masyarakat, pengurus masjid menyediakan air bersih secara gratis bagi warga yang membutuhkan.
Warga pun berdatangan dengan membawa wadah masing-masing. Mereka mengambil air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Suasana di sekitar masjid tampak ramai, namun warga tetap tertib dan saling memberi ruang.
Bagi sebagian orang, air mungkin hanyalah sesuatu yang mengalir dari keran. Namun bagi warga yang tengah menghadapi kesulitan mendapatkan air bersih, setetes air memiliki nilai yang jauh lebih besar.
Kehadiran air bersih gratis di Masjid Jabal Nur Bontoa menjadi bukti bahwa kepedulian sosial dapat tumbuh dari lingkungan sederhana. Masjid tidak hanya menjadi tempat untuk bersujud dan berdoa, tetapi juga hadir sebagai ruang yang memberi manfaat langsung bagi kehidupan masyarakat.
Di balik aktivitas warga mengambil air, tersimpan sebuah pesan kemanusiaan yang begitu sederhana: ketika seseorang memiliki sedikit kelebihan, tidak ada salahnya berbagi dengan mereka yang sedang membutuhkan.
Kemarau boleh membuat tanah menjadi kering, sumur-sumur warga mulai berkurang debitnya, dan kebutuhan air semakin terasa. Namun di tengah keadaan itu, kepedulian justru terlihat mengalir dari Masjid Jabal Nur Bontoa.

Air yang disediakan secara cuma-cuma tersebut menjadi bentuk nyata kepedulian terhadap sesama. Tidak sekadar memenuhi kebutuhan fisik, tetapi juga menghadirkan rasa bahwa masyarakat tidak berjalan sendirian menghadapi musim kemarau.
Warga yang datang pun tampak antusias. Satu per satu mereka mengisi wadah yang dibawa, kemudian membawanya pulang untuk kebutuhan keluarga.
Pemandangan tersebut menjadi potret kecil tentang kehidupan masyarakat perkotaan: ketika tantangan datang, kebersamaan dan kepedulian menjadi kekuatan yang sangat berarti.
Masjid Jabal Nur Bontoa seakan mengajarkan bahwa menjadi bermanfaat bagi sesama tidak selalu membutuhkan sesuatu yang besar.
Kadang, kebaikan hanya membutuhkan air yang mengalir dan hati yang rela berbagi.
Di tengah musim kemarau yang membuat bumi terasa gersang, semoga kepedulian seperti ini terus tumbuh. Sebab ketika air menjadi sesuatu yang berharga, memberikannya kepada sesama adalah bentuk kebaikan yang tak ternilai. (**)
Editor : Ab Sulsel 🙏





