SERUI!! HINGGA MALAM INI, JALAN UTAMA KAMPUNG WARIRONI MASIH DIPALANG, AKTIVITAS WARGA TERHENTI

SERUI — Pantauan situasi di Kampung Warironi, Distrik Ampimoi, Kabupaten Kepulauan Yapen, hingga Rabu malam (14/10/2026), menunjukkan akses jalan raya yang menjadi jalur utama lalu lintas masyarakat masih dalam kondisi dipalang.

Akibat pemalangan tersebut, aktivitas masyarakat yang hendak bepergian dari kota menuju kampung maupun sebaliknya, dari kampung menuju kota, terpaksa terhenti. Kendaraan roda dua maupun roda empat yang melintasi jalur tersebut tidak dapat melanjutkan perjalanan dan harus menunggu di lokasi.

Situasi ini menimbulkan kekhawatiran karena akses tersebut merupakan jalur penting bagi mobilitas masyarakat. Apabila tidak segera ditangani, kondisi ini berpotensi memicu ketegangan dan memperbesar risiko terjadinya gesekan antarwarga.

 

Di tengah situasi tersebut, masyarakat juga menyampaikan tuntutan terkait transparansi dan pengawasan dana kampung. Berdasarkan tulisan pada spanduk yang terpasang, warga menyoroti peran Ketua dan anggota Badan Musyawarah Kampung (Bamuskan/Bamuskam) dalam mengawasi penggunaan dana kampung serta memperjuangkan hak-hak masyarakat.

Dalam spanduk tersebut, masyarakat mendesak agar laporan hasil pemeriksaan (LHP) Inspektorat terkait Bamuskam dibuka secara transparan kepada masyarakat. Warga juga menuntut pertanggungjawaban serta meminta agar Ketua Bamuskam bersama empat anggotanya diberhentikan.

Tuntutan pemberhentian tersebut disertai sejumlah alasan yang tertulis pada spanduk, antara lain dugaan tidak dilakukannya pengawasan dana kampung, tidak diperiksanya laporan pertanggungjawaban, tidak diadakannya musyawarah bersama masyarakat, serta tidak ditindaklanjutinya laporan maupun aspirasi warga.

Tuntutan tersebut merupakan pernyataan masyarakat yang tertuang dalam spanduk dan masih memerlukan klarifikasi dari pihak-pihak terkait.

Masyarakat berharap pihak pemerintah daerah dan instansi berwenang segera mengambil langkah untuk menjaga keamanan, memfasilitasi dialog, serta mencari penyelesaian atas persoalan yang terjadi.

Penyampaian aspirasi masyarakat diharapkan dapat dilakukan melalui mekanisme yang berlaku tanpa menghambat akses publik secara berkepanjangan.

Hingga malam ini, akses jalan dilaporkan masih terpalang. Warga berharap persoalan ini segera diselesaikan agar jalur transportasi kembali normal, hak masyarakat mendapatkan informasi dan menyampaikan aspirasi tetap diperhatikan, serta situasi keamanan dan ketertiban tetap terjaga.

Pos terkait