Lapak Rongsokan di Pademangan Diduga Picu Kemacetan dan Ganggu Kenyamanan Warga

Uncategorized

fokusinews.com // Jakarta Utara – Keberadaan lapak rongsokan di Jalan Raya Pademangan, tepatnya di wilayah RT 13/RW 10, Pademangan Barat, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara, menuai sorotan warga, Senin (2/3/2026)

Selain dinilai semrawut dan kurang tertata, aktivitas bongkar muat barang bekas di lokasi tersebut disebut-sebut turut memicu kemacetan, khususnya pada jam sibuk menjelang sore hari.

Berdasarkan hasil pantauan awak media di lapangan, Senin (2/3/2026) sekitar pukul 11.40 WIB, terlihat tumpukan karung berisi barang bekas, besi tua, serta material rongsokan lainnya menggunung hingga menyerupai bangunan dua lantai.

Lapak tersebut berdiri tepat di pinggir jalan raya yang menjadi akses utama menuju Stasiun Ancol dan kawasan Mangga Dua.

Sebuah truk berwarna merah tampak terparkir di depan lapak untuk aktivitas bongkar muat. Di saat bersamaan, kendaraan roda dua dan roda empat silih berganti melintas di badan jalan yang relatif padat. Kondisi tersebut dinilai mempersempit ruang lalu lintas dan berpotensi menimbulkan kemacetan.

Selain persoalan lalu lintas, warga juga menyoroti dampak kebersihan lingkungan.

Barang-barang rongsokan yang ditumpuk tanpa penataan rapi dinilai menimbulkan kesan kumuh dan kurang sedap dipandang, terlebih lokasinya berada di dekat fasilitas umum dan pertokoan.

Seorang warga yang enggan disebutkan identitasnya, sebut saja NL, mengaku merasa terganggu dengan aktivitas lapak tersebut.

“Kami merasa lingkungan jadi kotor. Bekas sampah dan sisa-sisa penimbangan sering berserakan. Kalau truk datang angkut barang, jalan makin macet dan aktivitas warga terganggu,” ujar NL.

Menurutnya, jika kondisi tersebut terus dibiarkan tanpa penataan, dikhawatirkan dampaknya akan meluas, baik terhadap kebersihan, kenyamanan, maupun keselamatan pengguna jalan.

Warga pun berharap pemerintah setempat, mulai dari lurah, camat hingga Satpol PP, dapat turun tangan melakukan penertiban atau penataan ulang agar kawasan tersebut kembali tertib dan bersih.

“Kami berharap jangan hanya diam melihat kondisi yang semrawut. Mari ditangani bersama demi kenyamanan warga,” tambahnya.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kelurahan maupun instansi terkait mengenai langkah penertiban di lokasi tersebut.

(Redaksi// Jya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *