Tideng Pale Siap Jadi Kota Tepi Air Berkelas Dunia, RDTR 1.411 Hektare Diapresiasi Langsung Dirjen Tata Ruang

 

JAKARTA –FOKUSINEWS.COM Mimpi menjadikan Tideng Pale sebagai kota modern yang tetap ramah lingkungan kian mendekati kenyataan. Pemerintah Kabupaten Tana Tidung bersama DPRD setempat tengah serius mematangkan Rancangan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kawasan Perkotaan Tideng Pale seluas 1.411,37 hektare.

Komitmen ini disampaikan langsung dalam rapat koordinasi lintas sektor Kementerian/Lembaga yang digelar Kementerian ATR/BPN di Jakarta. Dalam forum tersebut, Bupati Tana Tidung, Ibrahim Ali, memaparkan visi besar mengubah Tideng Pale menjadi Kota Tepi Air—pusat perdagangan, jasa, dan transportasi yang ditopang sektor pendidikan serta pariwisata berbasis lingkungan berkelanjutan.

Tak disangka, paparan itu mendapat apresiasi hangat dari Dirjen Tata Ruang Kementerian ATR/BPN. Apa yang membuat para pejabat pusat itu terkesan? Jawabannya: integrasi harmonis antara transportasi darat dan air.

“Kami mengintegrasikan Pelabuhan Sungai dan Danau Pengumpan Tipe B Pelabuhan Keramat dengan Jalan Kolektor Primer Ruas Trans Kalimantan-Achmad Yani-Tideng Pale. Ini yang membuat konektivitas kawasan menjadi luar biasa,” ujar Ibrahim Ali seusai rapat.

Bupati yang akrab disapa IA itu menegaskan bahwa pihaknya bersama DPRD Tana Tidung berkomitmen menuntaskan Peraturan Bupati tentang RDTR Kawasan Perkotaan Tideng Pale. Targetnya? Agar payung hukum ini segera berlaku dan bisa diimplementasikan di lapangan.

Namun ada satu hal yang membuat rencana ini istimewa di mata para pemerhati lingkungan. Dalam dokumen RDTR, pemerintah daerah memastikan Ruang Terbuka Hijau (RTH) mencapai 21,47 persen dari total luas wilayah perkotaan, sementara Indeks Hijau Biru Kawasan direncanakan melebihi 31 persen.

Padahal, standar minimal RTH untuk kawasan perkotaan adalah 30 persen. Dengan capaian yang terus dikejar ini, Ibrahim Ali menegaskan bahwa Pemda Tana Tidung tidak main-main dalam mewujudkan lingkungan perkotaan yang sehat, nyaman, dan berkelanjutan.

“Rencana ini bukti komitmen kuat kami. Kami ingin Tideng Pale tidak hanya tumbuh cepat, tapi juga tetap hijau dan biru,” tegasnya.

Dengan posisi strategis di wilayah perbatasan Kalimantan Utara serta dukungan dokumen tata ruang yang semakin matang, Tideng Pale kini berada di jalur yang tepat untuk menjelma menjadi pusat pertumbuhan baru yang berdaya saing, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Ibrahim Ali pun mengajak seluruh jajaran pemerintah daerah dan masyarakat untuk bahu-membahu mengawal implementasi RDTR ini demi kemajuan Tana Tidung.

“Bersama DPRD dan seluruh jajaran, kami berkomitmen untuk segera menuntaskan dan mengawal implementasi ini,” pungkasnya.

Kaperwil Kaltara Abdul Rahman

Editor : FN – AR

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *