Bupati Malinau Jadi Dosen Tamu di Unhas: “Sarjana Hukum Harus Kuasai Komunikasi dan Adaptasi Zaman”

 

 

 

MAKASSAR – FOKUSINEWS.COM Bukan politik biasa yang dibahas di Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin, Jumat (22/5/2026). Puluhan mahasiswa memenuhi Baruga Prof. Dr. Baharuddin Lopa, S.H., bukan sekadar mendengar teori, melainkan menyerap langsung pengalaman dari dua kepala daerah sekaligus.

Bupati Malinau, Wempi W. Mawa, dan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, tampil sebagai pembicara utama dalam kuliah umum bertajuk “Peluang dan Tantangan Sarjana Hukum di Bidang Pemerintahan dan Politik”.

Di hadapan civitas akademika, Bupati Wempi tidak sekadar berteori. Ia membagikan pengalaman lapangan: bagaimana dinamika pemerintahan daerah yang sesungguhnya, apa saja tantangan memimpin di wilayah perbatasan, dan mengapa lulusan hukum justru sangat dibutuhkan di sektor publik dan politik.

“Sarjana hukum tidak hanya dituntut paham pasal demi pasal. Kebutuhan akan sumber daya manusia yang memahami hukum, tata kelola pemerintahan, dan mampu membangun komunikasi publik yang baik semakin penting di era saat ini,” ujar Wempi dengan tegas di hadapan mahasiswa.

Ia menyoroti tiga hal krusial yang harus dimiliki generasi muda, khususnya calon sarjana hukum: integritas, kemampuan komunikasi, dan adaptasi terhadap perkembangan zaman. Tanpa ketiganya, kata Wempi, sulit bagi lulusan hukum untuk bersaing dan berkontribusi nyata, baik di birokrasi maupun kancah politik.

Sementara itu, Wali Kota Makassar sekaligus Ketua Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Fakultas Hukum Unhas, Munafri Arifuddin, turut mengisi sesi dengan perspektif kepemimpinan perkotaan. Kolaborasi dua kepala daerah dari wilayah yang berbeda—Malinau yang berbatasan langsung dengan Malaysia dan Makassar sebagai ibu kota Sulawesi Selatan—memberi warna tersendiri dalam diskusi.

Kuliah umum berlangsung jauh dari suasana formal yang kaku. Mahasiswa terlihat antusias, terbukti dari derasnya pertanyaan dalam sesi tanya jawab. Isu-isu hangat seperti pelayanan publik, etika kepemimpinan, hingga tantangan hukum di daerah perbatasan ikut mengemuka.

Lewat kegiatan ini, Fakultas Hukum Unhas berharap mahasiswa tidak hanya siap secara akademik, tetapi juga memiliki keberanian dan kesiapan mental untuk terjun ke dunia pemerintahan dan politik yang sesungguhnya.

Kaperwil Kaltara Abdul Rahman

Editor : FN – AR

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *