FokusiNews.Com, Kaltara. Selasa 07 Juli 2026
NUNUKAN- Jembatan Mamolo yang terletak di perbatasan RT 01 dan RT 02, Kelurahan Tanjung Harapan, Kecamatan Nunukan Selatan, Kabupaten Nunukan , Kalimantan Utara ( Kaltara ) ,kini kondisinya sangat memprihatinkan. Jembatan yang menjadi urat nadi perekonomian dan aktivitas sosial warga setempat tersebut dinilai sudah sangat mendesak untuk segera diperbaiki.
Ketua Komisi 2 DPRD Kabupaten Nunukan dari Daerah Pemilihan (Dapil) 2, Fraksi Nasdem, Andi Fajrul Syam, S.H, M.Pi menegaskan bahwa pemerintah daerah harus memberikan perhatian serius terhadap infrastruktur ini. Menurutnya, jembatan ini merupakan akses yang sangat hidup dan dibutuhkan oleh masyarakat luas.
“Akses jalan ini merupakan akses yang hidup, artinya memang sangat dibutuhkan masyarakat untuk aktivitas ekonominya. Di situ kan kawasan pembudidayaan rumput laut. Selain itu, biasa digunakan anak-anak sekolah dan warga untuk beraktivitas sehari-hari,” ujar Andi Fajrul saat dikonfirmasi, Selasa ( 07/07/26).
Mengingat pentingnya fungsi jembatan tersebut, A Fajrul mendesak Pemerintah Kabupaten Nunukan agar mengalokasikan anggaran perbaikan pada tahun anggaran 2026 ini. Ia menilai kondisi jembatan sudah tidak boleh ditunda-tunda lagi penanganannya.
“Melihat kondisi tersebut, saya selaku perwakilan Dapil 2 mendesak pemerintah agar jembatan ini dikerjakan tahun ini (2026). Ini betul-betul menjadi skala prioritas karena kondisinya memang sangat perlu perbaikan,” tegasnya.
Andi Fajrul juga menambahkan bahwa usulan perbaikan jembatan ini sebenarnya bukan hal baru. Aspirasi ini sudah pernah disampaikan oleh pihak RT dalam forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang).
Ia berharap pemerintah daerah bisa mengambil langkah cepat, misalnya dengan memanfaatkan anggaran pemeliharaan jembatan dan jalan, atau melakukan pergeseran anggaran yang dimungkinkan secara aturan untuk penanganan darurat.
Kondisi di lapangan juga diperkuat oleh pernyataan Kepala Dusun Mamolo, Tahir. Dalam sebuah pertemuan langsung dengan Andi Fajrul di lokasi jembatan, Tahir menyampaikan harapan besar warga agar jembatan tersebut tidak sekadar diperbaiki dengan material kayu, melainkan bisa dibangun secara permanen.
“Pak Dusun Tahir berharap kalau misalnya anggaran mencukupi, jembatan tersebut kalau bisa dipermanenkan (beton). Karena itu merupakan akses vital yang menghubungkan beberapa RT, mulai dari RT 01, RT 11, dan RT lainnya yang saling berhubungan,” kata Andi Fajrul menyampaikan aspirasi warga.
Namun, jika keterbatasan anggaran menjadi kendala, warga tetap berharap ada penanganan segera meskipun harus menggunakan material kayu terlebih dahulu melalui dinas terkait.
“Kalau menggunakan jembatan kayu mungkin masuknya di Perkim (Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman). Tapi kalau menggunakan jembatan beton, harapannya bisa diakomodir oleh PU (Dinas Pekerjaan Umum),” jelasnya.
Di akhir wawancara, Andi Fajrul meminta agar pemerintah daerah lebih peka dan responsif terhadap infrastruktur yang menyangkut hajat hidup orang banyak. “Kita berharap pemerintah daerah cukup peka melihat persoalan jembatan-jembatan yang menjadi kebutuhan hajat hidup orang banyak seperti ini,” pungkasnya.
Editor : FN – AR




