Biak-Papua. Fokusinews.com. Penutupan Festival Biak Munara Wampasi (FBMW) 2026 berlangsung meriah dan penuh semangat kebersamaan. Dalam sambutannya, Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) RI, Prof. Dr. Zudan Arif Fakrulloh, S.H., M.H., memberikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Kabupaten Biak Numfor dan seluruh masyarakat atas suksesnya penyelenggaraan festival yang telah berlangsung selama tujuh hari.
Mengawali sambutannya dengan salam kebajikan, Prof. Zudan mengaku bangga dapat hadir di tengah kemeriahan Festival Biak Munara Wampasi 2026 yang menurutnya tidak hanya menjadi ajang promosi budaya dan pariwisata, tetapi juga menjadi bukti nyata kuatnya persatuan masyarakat Biak Numfor.
Salah satu hal yang paling menarik perhatian Prof. Zudan adalah kekompakan kepemimpinan Bupati Biak Numfor Markus Oktovianus Mansnembra bersama Wakil Bupati Jimmy Carter Rumbarar. Menurutnya, keharmonisan hubungan kepala daerah dan wakil kepala daerah merupakan modal penting dalam membangun pemerintahan yang efektif.
“Saya telah mengunjungi lebih dari 400 daerah di Indonesia. Saat ini saya hanya melihat dua daerah yang kepala daerah dan wakil kepala daerahnya begitu kompak dan akrab, yaitu Kota Bekasi dan Kabupaten Biak Numfor. Kekompakan seperti ini harus terus dijaga dan dapat menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia,” ujarnya disambut tepuk tangan ribuan masyarakat yang memadati lokasi acara.
Prof. Zudan juga memberikan penghargaan kepada seluruh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), DPRD, Aparatur Sipil Negara (ASN), Dinas Pariwisata, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta seluruh warga Biak Numfor yang dinilai berhasil menjaga keamanan, ketertiban, dan suasana harmonis selama pelaksanaan festival.
Menurutnya, keberhasilan Festival Biak Munara Wampasi tidak terlepas dari kolaborasi seluruh elemen masyarakat. Selama tujuh hari penyelenggaraan, berbagai atraksi budaya dan wisata sukses digelar, mulai dari Parade Wor, pertunjukan Suling Tambur, Bird Watching, Lomba Foto Bawah Laut, Transit Tour, Snap Mor, hingga Parade Mansusu yang menjadi daya tarik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.
Dalam kesempatan tersebut, Prof. Zudan menegaskan bahwa Festival Biak Munara Wampasi merupakan salah satu event bergengsi yang masuk dalam Kharisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata. Dari 514 kabupaten/kota di Indonesia, hanya sekitar 125 event yang berhasil masuk dalam kalender nasional tersebut.
“Ini merupakan prestasi yang luar biasa. Tidak semua daerah memiliki kesempatan seperti ini. Karena itu, prestasi ini harus dipertahankan bahkan terus ditingkatkan agar Festival Biak Munara Wampasi semakin dikenal di tingkat nasional maupun internasional,” tegasnya.
Ia menilai Kabupaten Biak Numfor memiliki seluruh potensi untuk menjadi destinasi wisata unggulan, mulai dari kekayaan budaya, panorama alam, sejarah Perang Dunia II, hingga sumber daya manusia yang terus berkembang.
Namun demikian, menurut Prof. Zudan, kekayaan terbesar yang dimiliki Biak Numfor bukan semata-mata sumber daya alam maupun budaya, melainkan masyarakatnya yang mampu menjaga toleransi, persatuan, dan kerukunan dalam kehidupan sehari-hari.
“Selama masyarakat terus menjaga toleransi dan kerukunan, saya optimistis Biak Numfor akan terus maju. Mari bersama-sama membangun sektor pariwisata agar Festival Biak Munara Wampasi semakin mendunia dan menjadi ikon kawasan Pasifik,” katanya.
Mengakhiri sambutannya, Prof. Zudan mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga persatuan serta bersama-sama menjaga Biak Numfor, menjaga Papua, dan menjaga Indonesia sebagai rumah bersama yang damai, harmonis, dan sejahtera.





