KEPULAUAN YAPEN — Bupati Kepulauan Yapen, Benyamin Arisoy, menyerahkan bantuan kepada bayi di bawah dua tahun (baduta) dan ibu hamil (bufas) di wilayah kerja Puskesmas Perawatan Menawi, Distrik Angkaisera, Kabupaten Kepulauan Yapen, Jumat (25/9/2026).
Bantuan tersebut diserahkan dalam kapasitas Bupati sebagai orang tua asuh bagi baduta dan ibu hamil. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Kepulauan Yapen dalam mendukung pemenuhan kebutuhan gizi ibu dan anak sekaligus memperkuat langkah pencegahan serta penanganan masalah gizi dan stunting di daerah.
Dalam kegiatan tersebut, Bupati menyerahkan paket bantuan pangan dan bahan makanan kepada keluarga penerima manfaat yang berada di wilayah pelayanan Puskesmas Perawatan Menawi. Bantuan diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan gizi keluarga, terutama bagi ibu hamil dan anak pada masa pertumbuhan.
Benyamin Arisoy mengatakan, perhatian terhadap kesehatan ibu dan anak harus dimulai sejak masa kehamilan. Menurutnya, pemenuhan gizi pada periode tersebut memiliki peran penting terhadap tumbuh kembang anak dan kualitas sumber daya manusia di masa mendatang.
“Kita ingin memastikan ibu hamil dan anak-anak mendapatkan perhatian yang cukup, terutama dari sisi pemenuhan gizi. Ini bukan hanya tanggung jawab tenaga kesehatan, tetapi menjadi tanggung jawab kita bersama, mulai dari pemerintah, keluarga sampai masyarakat,” ujar Benyamin.
Ia menegaskan, program orang tua asuh merupakan bentuk kepedulian pemerintah terhadap keluarga yang membutuhkan dukungan dalam memenuhi kebutuhan gizi ibu dan anak. Karena itu, program tersebut perlu didukung dengan pemantauan secara berkelanjutan agar bantuan yang diberikan benar-benar memberikan manfaat bagi penerima.
Menurut Bupati, periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yang dimulai sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun, merupakan fase yang sangat penting dalam menentukan pertumbuhan dan perkembangan anak.
“Seribu hari pertama kehidupan adalah masa yang sangat menentukan. Karena itu, kita harus hadir sejak ibu mengandung sampai anak berusia dua tahun. Jangan sampai ada ibu dan anak yang luput dari perhatian kita,” katanya.
Selain menyerahkan bantuan, kehadiran Bupati di wilayah pelayanan Puskesmas Perawatan Menawi juga menjadi kesempatan untuk melihat secara langsung kondisi ibu dan anak penerima manfaat. Pemerintah daerah terus mendorong agar pelayanan kesehatan di tingkat puskesmas berjalan optimal dan mampu menjangkau masyarakat hingga ke wilayah pelayanan.
Benyamin juga mengajak keluarga penerima manfaat untuk memanfaatkan pelayanan kesehatan yang tersedia, termasuk pemeriksaan kehamilan, pemantauan tumbuh kembang anak, serta konsultasi dengan tenaga kesehatan terkait kebutuhan gizi.
“Kita berharap keluarga juga aktif memanfaatkan pelayanan kesehatan. Pemerintah memberikan dukungan, tenaga kesehatan melakukan pendampingan, tetapi keberhasilan menjaga kesehatan ibu dan anak sangat membutuhkan keterlibatan keluarga,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Yapen berkomitmen memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah, puskesmas, tenaga kesehatan, keluarga, dan masyarakat dalam meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak.
Melalui dukungan tersebut, pemerintah berharap upaya pencegahan dan penanganan stunting dapat dilakukan secara lebih terpadu, sekaligus memastikan anak-anak di Kepulauan Yapen memperoleh kesempatan tumbuh dan berkembang secara optimal sejak awal kehidupan. (**)





