Fokusinews.com | Palembang, – Beredar pemberitaan terkait seorang kepala sekolah (kepsek) SMA Negeri unggulan di Kota Palembang berinisial SO, yang disebut-sebut kerap mendatangi sebuah rumah kos di kawasan Jalan Sempayo, Kelurahan Kemang Manis, Kecamatan Ilir Barat II (IB II), Palembang.
Pemberitaan tersebut sebelumnya dimuat media online Tribun.asia, yang menyebut adanya dugaan kunjungan SO ke rumah kos yang diketahui dihuni seorang perempuan berinisial AR (35).
Dalam pemberitaan itu, seorang warga menyebut AR telah tinggal di rumah kos tersebut selama lebih dari lima tahun. Warga juga menyampaikan bahwa seorang pria yang diduga SO disebut cukup sering terlihat datang ke lokasi, terutama pada sore hari.
Informasi tersebut kemudian menjadi perhatian publik karena SO diketahui telah berkeluarga.
Namun, tudingan mengenai adanya hubungan khusus antara SO dan AR hingga kini belum dapat dipastikan. Kehadiran seseorang di sebuah rumah kos atau kunjungan ke suatu lokasi tidak dengan sendirinya membuktikan adanya perselingkuhan maupun pelanggaran hukum.
Menanggapi pemberitaan tersebut, SO memberikan klarifikasi melalui sambungan telepon. Ia membantah adanya maksud atau hubungan khusus sebagaimana yang menjadi kesan dalam pemberitaan.
SO mengatakan, dirinya mengingat pernah berada di kawasan tersebut, namun menurutnya hal itu berkaitan dengan urusan transaksi kendaraan.
“Aku rasanya waktu itu lagi transaksi mobil di daerah itu. Iya, tak ada apa-apa,” ujar SO saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon.
SO kemudian mengatakan bahwa kejadian tersebut diperkirakan terjadi pada sekitar tahun 2023. Ia mengaku pernah melakukan transaksi jual beli mobil di kawasan tersebut.
“Aku tuh nginget-nginget itu tahun 2023 rasanya. Aku jual-beli mobil di situ. Nah, itulah ceritanya,” katanya.
Dengan adanya klarifikasi tersebut, SO menegaskan bahwa keberadaannya di kawasan yang disebut dalam pemberitaan tidak berkaitan dengan dugaan hubungan khusus dengan perempuan yang disebut tinggal di rumah kos tersebut.
Sementara itu, informasi mengenai dugaan SO kerap mendatangi rumah kos masih berdasarkan keterangan warga dan hasil penelusuran sebagaimana diberitakan media sebelumnya.
Hingga kini, belum ada bukti terverifikasi yang dapat memastikan adanya hubungan khusus antara SO dan AR.
Karena itu, informasi tersebut perlu ditempatkan sebagai dugaan yang masih membutuhkan pembuktian dan klarifikasi lebih lanjut, dengan tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah serta hak jawab pihak yang diberitakan.(*)
