Dokumen Tak Lengkap, Kabupaten Nunukan Gagal Dapat Irigasi 1.300 Hektare dari Pusat

Fokusinews.com.Kaltara, Kamis, 11 Juni 2026

NUNUKAN – Kabupaten Nunukan gagal mendapatkan persetujuan program pembangunan jaringan irigasi untuk tahun 2026. Kegagalan ini terjadi meskipun daerah perbatasan tersebut memiliki potensi pengembangan lahan pertanian yang sangat besar, mencapai 1.300 hektare.

Ketidaklengkapan dokumen usulan menjadi penyebab utama hilangnya peluang untuk memperoleh dukungan anggaran dari pemerintah pusat. Padahal, alokasi tersebut sangat dibutuhkan untuk mengoptimalkan kawasan pertanian unggulan di wilayah itu.

Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan V Tanjung Selor mengungkapkan bahwa Kabupaten Nunukan menjadi satu-satunya daerah di Provinsi Kalimantan Utara yang tidak berhasil meloloskan usulan pembangunan jaringan irigasi pada seleksi nasional tahun 2026.

Kepala BWS Kalimantan V Tanjung Selor, Mustafa, S.ST., M.T., menjelaskan bahwa peluang besar tersebut gagal dimanfaatkan karena dokumen dan persyaratan yang diminta pemerintah pusat tidak dilengkapi secara menyeluruh oleh Pemerintah Kabupaten Nunukan.

“Kabupaten Nunukan memiliki potensi pengembangan pertanian yang cukup besar. Namun, dalam seleksi nasional, mereka menjadi satu-satunya daerah di Kaltara yang usulannya tidak lolos. Penyebab utamanya adalah ketidaklengkapan dokumen persyaratan,” ujar Mustafa.

Kegagalan ini menjadi catatan penting bagi Pemerintah Kabupaten Nunukan. Dengan luas lahan potensial yang diproyeksikan mencapai 1.300 hektare, seharusnya daerah tersebut memiliki daya tawar kuat dalam mengajukan usulan infrastruktur pengairan ke pusat. Sayangnya, persoalan administrasi menjadi penghambat utama.

Para petani dan pelaku usaha pertanian di Nunukan pun menyayangkan keputusan ini. Mereka berharap pemerintah daerah segera membenahi sistem administrasi dan kelengkapan dokumen agar kejadian serupa tidak terulang di tahun-tahun mendatang.

Dengan tidak lolosnya program ini, pengembangan lahan pertanian seluas 1.300 hektare di Nunukan dipastikan tertunda, sementara daerah-daerah lain di Kalimantan Utara justru akan mendapatkan alokasi pembangunan irigasi dari pusat.

Awak media mencoba menghubungi Bupati Nunukan H Irwan Sabri SE lewan pesan singkat mengenai dokumen apa saja yang tidak lengkap, namun sampai berita ini diturunkan, belum ada tanggapan.

Editor : FN – AR

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *