Hari Tani Nasional Jadi Momentum Masyarakat Adat Busami Kembangkan Pertanian Berkelanjutan

Kepulauan Yapen – Peringatan Hari Tani Nasional 2026 menjadi momentum bagi masyarakat adat Busami di Kampung Kamanap, Distrik Kosiwo, Kabupaten Kepulauan Yapen, untuk meningkatkan pemanfaatan lahan serta mengembangkan potensi pertanian dan pangan lokal secara berkelanjutan.

Kegiatan tersebut diisi dengan penyuluhan pertanian, diskusi bersama masyarakat, penyaluran bantuan bibit dan bantuan sosial. Kegiatan melibatkan tokoh masyarakat, penyuluh pertanian dan masyarakat adat Busami dengan fokus pada penguatan ketahanan pangan, pemanfaatan lahan serta pengembangan sumber pangan yang tersedia di lingkungan masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, Yakob Stevanus Aisoki mengajak masyarakat untuk melihat kembali berbagai potensi pangan yang dimiliki Kabupaten Kepulauan Yapen. Sagu, keladi, singkong, pisang, sayuran, hasil perkebunan hingga hasil laut merupakan sumber pangan yang dapat dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah.

 

Masyarakat juga didorong memanfaatkan lahan yang tersedia, baik kebun maupun pekarangan rumah, untuk menanam berbagai jenis tanaman pangan. Pemanfaatan lahan tidak harus dilakukan dalam skala besar, tetapi dapat dimulai dari lingkungan rumah dan dikembangkan secara bertahap sesuai kemampuan masing-masing keluarga.

Keterlibatan generasi muda juga menjadi perhatian dalam pengembangan sektor pertanian. Generasi muda diharapkan dapat melihat pertanian sebagai kegiatan produktif yang tidak hanya mendukung kebutuhan pangan keluarga, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi sumber pendapatan melalui pengelolaan hasil pertanian secara baik.

Penyuluh pertanian turut memberikan pemahaman mengenai teknik penanaman dan perawatan tanaman. Masyarakat diingatkan bahwa keberhasilan pertanian tidak hanya bergantung pada ketersediaan bibit, tetapi juga dipengaruhi kondisi tanah, jarak tanam, kebutuhan air, kebersihan lahan dan pemeliharaan tanaman secara rutin.

Sebagai bagian dari kegiatan, masyarakat menerima bantuan bibit sawi, tomat dan berbagai jenis sayuran. Bantuan tersebut diharapkan dapat dikembangkan secara berkelanjutan dengan menyisihkan sebagian hasil panen sebagai bahan tanam berikutnya, sehingga kegiatan pertanian dapat terus berjalan dan tidak berhenti pada satu kali masa tanam.

 

Selain pengembangan pangan lokal, masyarakat juga diajak mendukung upaya pemerintah dalam meningkatkan produksi pangan nasional. Dukungan tersebut diharapkan tetap memperhatikan keberadaan masyarakat adat, hak ulayat serta kelestarian lingkungan dalam setiap pelaksanaannya.

 

Masyarakat juga diimbau untuk menjaga keamanan dan ketertiban serta tidak mudah terpengaruh oleh informasi maupun ajakan yang dapat menimbulkan keresahan dan tindakan kekerasan. Apabila terdapat persoalan dalam pelaksanaan program pemerintah, masyarakat diharapkan menyampaikannya melalui komunikasi dan mekanisme yang damai.

Kegiatan juga dirangkaikan dengan penyaluran bantuan sosial kepada masyarakat sebagai bagian dari upaya membantu memenuhi kebutuhan masyarakat serta mendukung pelaksanaan kegiatan pemberdayaan.

Melalui momentum Hari Tani Nasional, pengembangan pertanian diharapkan dapat terus dilakukan mulai dari tingkat keluarga hingga kampung. Pemanfaatan lahan, pengembangan pangan lokal dan keterlibatan generasi muda menjadi bagian penting dalam memperkuat kemandirian pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat adat Busami di Kabupaten Kepulauan Yapen.

Pos terkait