Hujan Deras Semalaman, Plafon Koridor Puskesmas Sei Nyamuk Ambruk

Oplus_131072

 

NUNUKAN – Hujan lebat yang mengguyur wilayah Sebatik Timur, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, sejak Senin (25/5/2026) malam hingga Selasa (26/5/2026) dini hari menyebabkan plafon koridor masuk Puskesmas Sei Nyamuk ambruk.

Insiden terjadi sekitar pukul 03.00 WITA, tepat di area depan pintu Unit Gawat Darurat (UGD). Material plafon berserakan di lantai koridor, namun tidak merusak ruang pelayanan utama pasien.

Ambruknya plafon tersebut terekam dalam video dan foto yang kemudian viral di media sosial.

Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Nunukan, Hj. Miskia, membenarkan kejadian tersebut. Pihaknya segera bergerak cepat setelah menerima laporan dari petugas puskesmas.

“Kami turun langsung ke lokasi untuk meninjau kerusakan dan berkoordinasi dengan pihak ketiga selaku kontraktor pelaksana. Mereka menyatakan siap melakukan perbaikan dalam minggu ini agar tidak terjadi kebocoran maupun kerusakan lebih lanjut,” ujar Miskia, Selasa (26/5/2026).

Miskia menegaskan, meskipun plafon koridor ambruk, pelayanan kesehatan kepada masyarakat tidak terganggu. Aktivitas di ruang rawat jalan, UGD, dan ruang tindakan tetap berjalan normal.

“Yang ambruk hanya plafon koridor depan. Pelayanan puskesmas tetap berjalan seperti biasa, masyarakat tidak perlu panik,” jelasnya.

Diketahui, rehabilitasi Puskesmas Sei Nyamuk masih dalam tahap pemeliharaan. Proyek ini menelan anggaran Rp494 juta dari APBD Nunukan dan masih menjadi tanggung jawab kontraktor pelaksana.

Seluruh proses perbaikan tidak membebani anggaran daerah karena masih dalam masa garansi.

“Bangunan ini masih dalam masa pemeliharaan. Jadi perbaikannya menjadi tanggung jawab pihak ketiga. Mereka sudah berkomitmen untuk segera menangani dalam minggu ini,” tambah Miskia.

Oplus_131072

Ketua Komisi I DPRD Nunukan, Andi Mulyono, menyebut kejadian itu sangat memprihatinkan karena menyangkut fasilitas pelayanan publik.

“Ini fasilitas UGD, tempat masyarakat mendapatkan pertolongan pertama. Tidak boleh ada kelalaian dalam kualitas pekerjaan,” tegas Andi Mulyono.

Anggota Komisi II DPRD Nunukan, Triwahyuni, menilai insiden ini menunjukkan lemahnya pengawasan proyek pemerintah di lapangan.

“Pengawasan harus diperketat. Jangan sampai pekerjaan selesai secara administrasi, tetapi kualitas bangunan tidak sesuai harapan,” ujar Triwahyuni.

Hal senada disampaikan anggota DPRD Nunukan lainnya, Firman Latif. Ia meminta pemerintah daerah mengevaluasi pihak pelaksana proyek.

“Ini bukan sekadar kerusakan bangunan, tapi menyangkut keselamatan orang banyak. Harus ada evaluasi menyeluruh,” tegas Firman Latif.

Dari informasi yang dihimpun, proyek rehabilitasi Puskesmas Sei Nyamuk dikerjakan oleh CV Bahtera Bakti.

DPRD Nunukan meminta pemerintah daerah melalui dinas teknis dan Inspektorat segera melakukan evaluasi, termasuk menelusuri dugaan kelalaian dalam pelaksanaan proyek.

Jika ditemukan pelanggaran, DPRD mendorong adanya sanksi tegas terhadap pihak yang bertanggung jawab.

Editor. : FN – AR

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *