Jalankan Peran Kontrol Sosial, Squad Nusantara Fasilitasi Klarifikasi Dokumen Hibah Sumber Air

REMBANG, Fokusinews.com– Organisasi kemasyarakatan (Ormas) Squad Nusantara memfasilitasi penyelesaian aduan masyarakat terkait persoalan pemanfaatan saluran air PAMSIMAS di Desa Tanjung Sari, Kecamatan Kragan, Kabupaten Rembang, Rabu (22/7). Proses mediasi yang digelar di Kantor Desa Tanjung Sari berlangsung kondusif dan menghasilkan kesepakatan bersama antara pihak-pihak yang bersangkutan.

 

Permasalahan bermula ketika Bayu, warga Desa Tanjung Sari, memanfaatkan aliran air dari jaringan PAMSIMAS untuk kebutuhan pengeboran sumur di lahannya. Tindakan tersebut berdampak pada terganggunya distribusi air bersih yang selama ini dimanfaatkan oleh warga sekitar.

 

Menyikapi kondisi tersebut, Kepala Desa Tanjung Sari, Rohman, memberikan teguran kepada Bayu demi menjaga kepentingan masyarakat. Namun, Bayu mengaku merasa keberatan dengan penyampaian teguran tersebut sehingga memilih menyampaikan pengaduan agar persoalan dapat diselesaikan melalui jalur musyawarah.

 

Dalam proses penelusuran permasalahan, Bayu juga berkomunikasi dengan Lanang selaku pemilik awal sumber mata air yang sebelumnya telah dihibahkan untuk kepentingan masyarakat. Lanang menjelaskan bahwa hibah tersebut memang telah dilakukan secara resmi dan disertai dokumen perjanjian, termasuk adanya klausul mengenai royalti, meski besaran persentasenya masih perlu dipastikan kembali melalui dokumen asli.

 

Menindaklanjuti informasi tersebut, perwakilan Squad Nusantara, Asror, meminta pemerintah desa untuk menunjukkan dokumen hibah sebagai dasar klarifikasi. Namun, perangkat desa mengaku belum mengetahui keberadaan dokumen yang dimaksud.

 

Kepala Desa Tanjung Sari, Rohman, menyampaikan bahwa pemerintah desa akan segera melakukan penelusuran terhadap dokumen hibah tersebut kepada instansi terkait guna memastikan keabsahan serta isi perjanjian yang pernah dibuat.

 

“Dokumen itu akan kami telusuri kembali melalui instansi yang berwenang agar semuanya menjadi jelas dan tidak menimbulkan kesalahpahaman di kemudian hari,” ujarnya.

 

Selama mediasi berlangsung, seluruh pihak sepakat mengedepankan dialog, keterbukaan, dan musyawarah dalam mencari solusi. Dengan difasilitasi Squad Nusantara, persoalan yang sempat menimbulkan perbedaan pendapat akhirnya dapat diselesaikan secara damai.

 

Mediasi tersebut menjadi contoh bahwa penyelesaian persoalan di tingkat desa dapat dilakukan melalui komunikasi yang baik, penghormatan terhadap dokumen hukum yang berlaku, serta semangat kebersamaan untuk menjaga kepentingan masyarakat.

 

 

Reporter : Read One

Pos terkait