LSM LIRA Konsolidasi Nasional di Danau Toba, Kawal Anggaran Negara dan Dukung Prabowo-Gibran Anti Korupsi

FokusiNews.Com, Sultra, Rabu 24 Juni 2026

KENDARI, — Dewan Pimpinan Pusat LSM Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) menggelar konsolidasi nasional sekaligus perayaan HUT ke-21 di Hotel Danau Toba, Sumatera Utara, pada 19–21 Juni 2026. Kegiatan ini bertujuan memperkuat pengawasan terhadap pengelolaan anggaran negara dan mendukung program strategis pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka dalam pemberantasan korupsi.

Konsolidasi yang dihadiri pengurus dan kader dari seluruh provinsi itu menegaskan komitmen LSM LIRA sebagai mitra pemerintah dalam mengawal belanja negara, khususnya di daerah. Gubernur LSM LIRA Sulawesi Tenggara, Asran, menyatakan bahwa pengawasan terhadap penggunaan uang negara perlu diperketat menyusul masih maraknya praktik korupsi di berbagai lini.

“Kami pastikan akan memperkuat konsolidasi penguatan pengawasan penggunaan uang negara di Sulawesi Tenggara. Negara kita saat ini sudah dalam status darurat korupsi,” ujar Asran kepada wartawan, Rabu (24/6/2026).

Asran menyoroti kerugian keuangan negara akibat korupsi yang dinilainya telah mencapai angka besar. Menurutnya, jika tidak segera ditangani secara serius, praktik korupsi berpotensi mengancam stabilitas dan masa depan bangsa.

“Korupsi sudah demikian membahayakan negara. Kita tuntut ketegasan aparat penegak hukum untuk tidak tinggal diam dan tidak mentolerir siapa pun oknum pejabat yang terlibat,” tegas Asran

Ia juga mengatakan bahwa konsolidasi ini tidak hanya melibatkan pengurus internal, tetapi juga mengajak masyarakat luas untuk ikut serta mengawasi pengelolaan anggaran melalui pos pengaduan korupsi yang telah disiapkan di masing-masing wilayah.

Presiden LSM LIRA, HM. Jusuf Rizal, dalam sambutannya menyatakan bahwa organisasinya berkomitmen mendukung terwujudnya pemerintahan yang bersih dan berwibawa. Ia menegaskan bahwa LSM LIRA hadir sebagai mitra kritis pemerintah, bukan sebagai oposisi.

“LSM LIRA adalah mitra pemerintah, bukan lawan. Kami siap menjadi corong rakyat untuk melaporkan indikasi penyimpangan,” ujar Jusuf Rizal.

Sejalan dengan itu, Gubernur LSM LIRA Sulawesi Tenggara, Asran  menyatakan kesiapannya mengawal program “Prabowo-Gibran Anti Korupsi”. Asran menambahkan bahwa oknum pejabat yang menjadikan program-program kesejahteraan rakyat sebagai sarana korupsi harus ditindak tanpa pandang bulu.

“Program-program nasional yang bertujuan untuk kesejahteraan rakyat tidak boleh disulap menjadi lahan korupsi. Kami akan terus mengawal dan tidak akan tinggal diam,” tegasnya.

Melalui konsolidasi ini, LSM LIRA optimistis dapat berkontribusi dalam menciptakan tata kelola pemerintahan yang lebih transparan dan akuntabel, khususnya di Sulawesi Tenggara, sekaligus mendukung upaya pemerintah pusat dalam mewujudkan Indonesia yang maju dan sejahtera.

Editor  : FN – AR

Pos terkait

Tinggalkan Balasan