Biak Numfor, Fokusinews.com- Kepolisian Resor (Polres) Biak Numfor mengerahkan sebanyak 218 personel untuk mengamankan pelaksanaan Festival Biak Melanesia 2026 yang berlangsung pada 17–21 Oktober 2026 di Kabupaten Biak Numfor, Papua.
Langkah pengamanan tersebut dipersiapkan melalui rapat koordinasi lintas instansi yang melibatkan Dinas Pariwisata, Dinas Perhubungan, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), serta unsur kepolisian, termasuk Brigade Mobil (Brimob).
Hal itu disampaikan Kompol Mika Rumbrapuk saat diwawancarai di Lapangan Cenderawasih, Biak, Sabtu (17/10/2026). Ia menjelaskan bahwa rapat koordinasi telah dilaksanakan pada Jumat (16/10/2026), dilanjutkan dengan apel persiapan pengamanan guna memastikan seluruh personel dan unsur pendukung siap menjalankan tugas selama festival berlangsung.
“Personel kepolisian yang dilibatkan dalam pengamanan kegiatan ini sebanyak 218 orang, terhitung sejak tanggal 17 sampai 21 Oktober 2026. Pengamanan juga dibantu oleh Satpol PP, Dinas Perhubungan, serta unsur Brimob,” jelasnya.
Polisi Pastikan Keamanan dan Kenyamanan Pengunjung. Menurut Kompol Mika Rumbrapuk, pengamanan festival tidak hanya berfokus pada pencegahan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), tetapi juga memastikan peserta, pengunjung, pelaku usaha, dan masyarakat dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan aman dan nyaman.
Polres Biak Numfor, katanya, berkomitmen mendukung kelancaran Festival Biak Melanesia 2026 agar seluruh agenda yang telah dijadwalkan dapat berlangsung tertib tanpa gangguan yang menghambat aktivitas masyarakat.
Ia juga menilai festival tersebut menjadi momentum penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat, khususnya mama-mama Papua yang memanfaatkan kegiatan itu untuk menjual berbagai produk dan kebutuhan kepada pengunjung.
“Keamanan berarti memberikan rasa nyaman kepada peserta dan masyarakat yang datang menonton setiap kegiatan, sehingga seluruh proses dapat berjalan dengan aman. Kami berharap kegiatan ini juga menjadi momen yang baik untuk meningkatkan ekonomi masyarakat, terutama mama-mama yang berjualan,” ujarnya.
Rekayasa Lalu Lintas dan Pengaturan Parkir. Untuk mendukung kelancaran kegiatan, kepolisian bersama instansi terkait memberlakukan pengaturan lalu lintas di sekitar lokasi festival.
Kompol Mika Rumbrapuk menjelaskan bahwa akses Jalan Imam Bonjol menuju Lapangan Cenderawasih ditutup sementara. Jalan di depan SPBU yang berada di sekitar kawasan tersebut juga ditutup selama kegiatan berlangsung.
Selain itu, ruas jalan di sekitar SPBU akan dimanfaatkan sebagai area parkir untuk mendukung kebutuhan pengunjung yang datang ke lokasi festival.
Masyarakat yang memiliki kepentingan di luar kawasan kegiatan diimbau menggunakan jalur alternatif agar tidak terhambat oleh penutupan jalan maupun kepadatan kendaraan.
Pengaturan tersebut diharapkan dapat mengurangi kemacetan sekaligus memberikan ruang yang memadai bagi mobilitas pengunjung dan petugas selama festival berlangsung.
Penertiban Miras Diperketat hingga 21 Oktober. Selain pengamanan di lokasi kegiatan, Polres Biak Numfor juga melakukan penertiban peredaran minuman keras (miras) sesuai dengan surat edaran Bupati Kabupaten Biak Numfor.
Kompol Mika Rumbrapuk menyampaikan bahwa patroli telah dilakukan sejak malam sebelum pembukaan festival. Petugas juga melakukan pengecekan terhadap sejumlah tempat penjualan minuman keras untuk memastikan ketentuan dalam surat edaran tersebut dipatuhi.
Langkah ini dilakukan sebagai upaya pencegahan terhadap potensi gangguan kamtibmas, termasuk keributan yang dapat dipicu oleh konsumsi minuman keras selama kegiatan berlangsung.
“Mulai tadi malam kami sudah melaksanakan patroli dan mengecek tempat-tempat penjualan. Jangan sampai ada yang menjual minuman keras, kemudian dibeli dan dikonsumsi hingga menimbulkan keributan,” tegasnya.
Ia menambahkan, penertiban tersebut diberlakukan selama pelaksanaan festival, mulai 17 hingga 21 Oktober 2026, sesuai dengan surat edaran Bupati.
Polisi Ajak Masyarakat Jaga Kamtibmas Bersama. Di akhir wawancara, Kompol Mika Rumbrapuk mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Biak Numfor untuk berpartisipasi menjaga keamanan dan ketertiban selama Festival Biak Melanesia 2026.
Menurutnya, terciptanya situasi yang aman bukan semata-mata menjadi tanggung jawab aparat keamanan, melainkan membutuhkan dukungan dan kesadaran seluruh elemen masyarakat.
Ia berharap masyarakat dapat menjaga ketertiban, mematuhi pengaturan lalu lintas, menaati ketentuan terkait minuman keras, serta bersama-sama menciptakan suasana yang kondusif bagi seluruh pengunjung.
Dengan dukungan lintas instansi dan partisipasi masyarakat, Festival Biak Melanesia 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ajang promosi budaya dan pariwisata Papua, tetapi juga memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat Kabupaten Biak Numfor.
Fokusinews.com- Mengawal Informasi, Menyuarakan Kepentingan Publik.






