FOKUSINEWS.COM KALTARA, Kamis 04 Juni 2026
BULUNGAN –FOKUSINEWS.COM Pembangunan fisik Gedung Sekolah Unggulan Garuda Kalimantan Utara (Kaltara) yang terletak di Jalan Poros Bulu Perindu, Bulungan, terus dikebut. Proyek nasional di bawah Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) RI yang digulirkan sejak April 2025 tersebut kini progresnya telah mencapai 23 persen.
Meskipun 70 persen logistik material bangunan harus didatangkan dari luar daerah, realisasi pembangunan fisik gedung dinilai berjalan normal. Jika tidak menemui kendala berarti, proyek sekolah unggulan pertama di Kaltara ini ditargetkan rampung pada Juli 2026 mendatang.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPR-Perkim) Kaltara, Ir. H. Helmi, menjelaskan bahwa pihaknya turut memberikan bantuan teknis dalam proyek ini.
“Kami dari Dinas PU memberikan bantuan teknis. Ada lima orang tenaga kami yang di-SK-kan untuk membantu di sana, karena PPK dan pengelolanya langsung dari Kementerian,” ujar Helmi.
Helmi menambahkan, proyek ini bermula dari permintaan pemerintah pusat yang membutuhkan lahan seluas 20 hektare. Pemerintah Provinsi Kaltara kemudian memfasilitasi penyediaan lahan tersebut agar Sekolah Garuda dapat didirikan. Sekolah ini nantinya akan menerapkan sistem boarding school (sekolah berasrama) dan melakukan seleksi siswa secara nasional.
Meski progres fisik berjalan lancar, proyek ini mulai memicu kritik dan tanda tanya dari masyarakat Kaltara. Pemicunya adalah sistem perekrutan dan seleksi penerimaan calon siswa-siswi baru yang sepenuhnya dikendalikan dari Jakarta.
Dari hasil seleksi yang dilakukan, tercatat ada 12 siswa asal Kaltara yang dinyatakan lolos. Namun, hanya 7 siswa yang ditempatkan di Sekolah Unggulan Garuda Kaltara, sementara 5 siswa lainnya justru dilempar ke sekolah unggulan di luar provinsi.
Kondisi ini memicu kekecewaan publik. Banyak pihak menilai kehadiran sekolah elit ini semula diharapkan mampu memprioritaskan dan mencetak putra-putri daerah berprestasi. Namun dengan sistem yang ada, kuota untuk pelajar lokal justru sangat minim, dan sekolah tersebut terkesan lebih diperuntukkan bagi siswa dari luar Kaltara
Persoalan ini juga menjadi perhatian Pemerintah Provinsi. Pada Rabu (3/6), Wakil Gubernur Kaltara, Ingkong Ala, SE, M.Si melakukan peninjauan langsung ke lokasi proyek. Dalam kunjungan tersebut, Wagub mengakui bahwa secara teknis pembangunan berjalan normal dan lancar didukung oleh alat-alat berat modern.
Ingkong Ala berharap, Sekolah Garuda Kaltara ini nantinya dapat menjadi kebanggaan dan membuka pintu bagi putra-putri daerah untuk bersaing di dunia akademis yang berkualitas. Ia juga mengimbau generasi muda Kaltara untuk mempersiapkan diri dan bekerja keras agar mampu mengenyam pendidikan di sekolah tersebut.
Kendati demikian, minimnya porsi kelulusan untuk anak daerah dibandingkan siswa luar daerah tetap menyisakan tanda tanya besar. Publik Kaltara kini menunggu penjelasan konkret dan evaluasi dari pemerintah serta kementerian terkait mengenai konsep zonasi dan afirmasi bagi talenta lokal di sekolah unggulan tersebut.
Editor ; FN – AR





