Semarang, fokusinews – Suasana khidmat dan penuh semangat kebersamaan menyelimuti Hotel Triiz Semarang pada Sabtu malam, 18 April 2026. Federasi Advokat, Paralegal, dan Mediator Wilayah Perjuangan Indonesia (FERADI WPI) menggelar perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-2 yang berlangsung dari pukul 19.00 hingga 22.00 WIB.
Acara yang mengusung tema pengabdian dan persatuan ini dihadiri sekitar 100 orang peserta yang terdiri dari perwakilan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) FERADI, serta Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dari tiga provinsi besar, yakni Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.
Khidmat dengan Lagu Kebangsaan
Acara diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang dipimpin oleh seluruh peserta dengan penuh khidmat. Momen ini menegaskan semangat nasionalisme yang menjadi dasar dari setiap langkah organisasi advokat, paralegal, dan mediator tersebut.
Pembacaan Deklarasi FERADI WPI
Puncak acara tidak hanya diwarnai dengan kemeriahan, tetapi juga dengan pembacaan deklarasi berisi komitmen organisasi. Dalam deklarasi tersebut, FERADI WPI menegaskan tekadnya sebagai organisasi yang menjunjung tinggi supremasi hukum, keadilan, serta nilai-nilai kemanusiaan.

Beberapa poin penting deklarasi antara lain:
· Komitmen pada integritas dan profesionalisme, dengan menjadikan etika dan moralitas sebagai landasan perjuangan.
· Dedikasi memperkuat peran advokat, paralegal, dan mediator sebagai garda terdepan pendampingan dan pembelaan hukum bagi masyarakat pencari keadilan.
· Mengupayakan kesejahteraan anggota dan masyarakat luas melalui peningkatan kapasitas, pemberdayaan, serta advokasi sosial.
· Menegaskan kecintaan pada Bangsa Indonesia dengan menjunjung tinggi Pancasila, UUD 1945, dan keutuhan NKRI.
Program Besar untuk Rakyat
Dalam deklarasi tersebut, FERADI WPI juga melontarkan sejumlah program ambisius yang menjadi impian besar organisasi. Di antaranya:
· Membangun rumah sakit di setiap provinsi dengan biaya operasional ditanggung organisasi sehingga layanan kesehatan dapat diberikan gratis tanpa membedakan status ekonomi.
· Menyediakan dapur umum yang setiap siang membagikan makan siang gratis bagi yang membutuhkan di tiap provinsi.
· Mendirikan sekolah hingga universitas dengan sistem beasiswa yang kuat bagi masyarakat kurang mampu.
· Membuka lembaga pelatihan kerja di setiap provinsi untuk membantu pengangguran.
· Mendirikan panti jompo, panti asuhan, rumah rehabilitasi, dan rumah pemulihan jiwa/mental di setiap provinsi.
Deklarasi ditutup dengan seruan: “Kiranya Tuhan mengabulkan impian kami FERADI WPI. Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa memberikan bimbingan, kekuatan, dan keberkahan dalam setiap langkah perjuangan kami. Salam keadilan! Salam persatuan! FERADI WPI! Jaya, Jaya, Jaya di Nusantara.”
Puncak Perayaan: Pemotongan Kue Ulang Tahun
Salah satu momen paling istimewa adalah saat pemotongan kue ulang tahun yang dilakukan oleh Ketua Umum Advokat Donny Andretti, S.H., S.Kom., M.Kom., C.Md.. Kue tersebut kemudian dibagikan kepada seluruh pengurus dan anggota FERADI WPI yang hadir sebagai simbol rasa syukur atas perjalanan dua tahun organisasi ini.
Ditutup dengan Yel-Yel Kebanggaan
Acara malam itu ditutup dengan penuh semangat melalui yel-yel khas FERADI WPI yang menggema di seluruh ruangan: “FERADI WPI! Jaya, Jaya, Jaya!”
Ketua Umum Donny Andretti dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh anggota yang hadir. Ia menegaskan bahwa deklarasi ini bukan sekadar seremonial, melainkan janji nyata yang akan diwujudkan secara bertahap demi kemaslahatan bangsa.
“FERADI WPI adalah rumah perjuangan, rumah pengabdian, dan rumah persatuan. Mari kita buktikan bahwa advokat, paralegal, dan mediator bisa hadir tidak hanya di ruang sidang, tetapi juga di tengah masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.
Dengan berakhirnya acara yang meriah namun sarat makna ini, FERADI WPI meneguhkan diri sebagai organisasi yang berkomitmen untuk tidak hanya memperjuangkan keadilan hukum, tetapi juga kesejahteraan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
