FokusInews.com- Dewan Pimpinan Provinsi Gerakan Bela Negara Membangun Indonesia (GBNMI) Papua Tengah melakukan audiensi dengan Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Papua Tengah, Brigjen Pol. Jermias Rontini, S.I.K., M.Si., pada 9 Oktober 2026. Pertemuan tersebut menjadi langkah awal untuk memperkuat komunikasi kelembagaan sekaligus mematangkan konsolidasi organisasi di delapan kabupaten di Provinsi Papua Tengah.
Audiensi tersebut dipimpin Ketua Umum GBNMI Papua Tengah, Nindison Lambe, S.Kom., didampingi Sekretaris GBNMI Papua Tengah, Aprianus Wonda, S.E., Ketua GBNMI Kabupaten Nabire, Dimison Gire, S.Pd., serta sejumlah pengurus lainnya.
Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya GBNMI membangun organisasi yang solid, memperkuat wawasan kebangsaan, dan mendorong keterlibatan generasi muda dalam kegiatan sosial serta pembangunan daerah.
Ketua Umum GBNMI Papua Tengah, Nindison Lambe, S.Kom., mengatakan audiensi dengan Kapolda merupakan langkah strategis sebelum organisasi melaksanakan konsolidasi kepengurusan di delapan kabupaten.
Menurutnya, komunikasi dengan kepolisian penting untuk membangun hubungan kelembagaan yang positif sekaligus memperoleh masukan mengenai kontribusi organisasi kemasyarakatan dalam mendukung keamanan dan ketertiban masyarakat.
Ia menjelaskan bahwa kepercayaan yang diberikan Dewan Pimpinan Pusat untuk memimpin GBNMI di tingkat Provinsi Papua Tengah merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
“Sebagai langkah awal sebelum kami melakukan konsolidasi ke delapan kabupaten di Provinsi Papua Tengah, kami merasa penting untuk bersilaturahmi dan beraudiensi dengan Kapolda. Kami ingin membangun komunikasi sekaligus meminta masukan dan arahan agar organisasi ini dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Nindison menegaskan, penguatan organisasi tidak cukup hanya dengan membentuk kepengurusan, tetapi harus disertai program kerja yang jelas dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
GBNMI Siap Bersinergi Menjaga Keamanan dan Persatuan
Dalam audiensi tersebut, jajaran GBNMI Papua Tengah menyampaikan apresiasi kepada Kapolda Papua Tengah atas kesempatan untuk membangun komunikasi dan membicarakan peran organisasi kemasyarakatan dalam mendukung kehidupan masyarakat yang aman dan damai.
GBNMI menyatakan kesiapan untuk membangun sinergi positif dengan kepolisian, khususnya dalam memperkuat kesadaran bela negara, menjaga persatuan, serta mendorong partisipasi masyarakat dalam berbagai kegiatan produktif.
Menurut Nindison, organisasi kemasyarakatan memiliki ruang untuk berkontribusi melalui pendidikan kebangsaan, kegiatan sosial, penguatan solidaritas masyarakat, dan pembinaan generasi muda.
“Kami siap bersinergi dengan kepolisian dalam menghadapi berbagai persoalan sosial yang berkembang di Papua Tengah. Kami ingin GBNMI hadir sebagai mitra masyarakat yang ikut menjaga persatuan, membangun kesadaran bela negara, dan mendorong terciptanya lingkungan yang aman dan damai,” katanya.
Ia berharap komunikasi dengan kepolisian dapat terus dikembangkan melalui kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat, dengan tetap menghormati ketentuan hukum serta tugas dan kewenangan masing-masing pihak.
Kapolda Tekankan Pentingnya Peran Aktif Pemuda
Audiensi tersebut juga menjadi momentum untuk memperkuat perhatian terhadap keterlibatan generasi muda dalam pembangunan Papua Tengah.
Dalam arahan yang disampaikan kepada jajaran GBNMI, Kapolda Papua Tengah menekankan pentingnya pemuda untuk terus bergerak maju, meningkatkan kapasitas diri, dan mengikuti perkembangan zaman, khususnya di era teknologi dan informasi.
Generasi muda diharapkan tidak hanya menjadi penonton di tengah perubahan, tetapi mampu mengambil bagian melalui kreativitas, inovasi, kegiatan organisasi, serta berbagai program yang memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Menanggapi arahan tersebut, Nindison menyatakan bahwa GBNMI akan mendorong pemuda untuk terlibat dalam kegiatan yang memperkuat wawasan kebangsaan, persatuan, dan kepedulian sosial.
“Kami ingin pemuda Papua Tengah menjadi generasi yang aktif, kreatif, dan bertanggung jawab. Pemuda harus mampu menciptakan hal-hal positif di tengah masyarakat dan mengambil bagian dalam pembangunan daerah, bukan hanya menjadi penonton,” tegasnya.
Menurutnya, pemuda memiliki potensi besar untuk menjadi penggerak perubahan sosial. Karena itu, GBNMI ingin membuka ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan kemampuan, kreativitas, dan tanggung jawab sosial melalui berbagai kegiatan positif.
GBNMI Siapkan Konsolidasi di Delapan Kabupaten
Usai audiensi dengan Kapolda Papua Tengah, GBNMI akan melanjutkan agenda konsolidasi organisasi di delapan kabupaten, yakni:
1. Kabupaten Nabire.
2. Kabupaten Paniai.
3. Kabupaten Mimika.
4. Kabupaten Puncak.
5. Kabupaten Puncak Jaya.
6. Kabupaten Dogiyai.
7. Kabupaten Deiyai.
8. Kabupaten Intan Jaya.
Konsolidasi tersebut diarahkan untuk memperkuat struktur kepengurusan, meningkatkan koordinasi antarkader, membangun komunikasi dengan berbagai elemen masyarakat, serta menyusun program kerja sesuai dengan kebutuhan masing-masing wilayah.
Melalui agenda tersebut, GBNMI Papua Tengah berharap setiap kepengurusan kabupaten memiliki arah gerak yang jelas, mampu menjalankan program secara terencana, dan menjaga koordinasi dengan kepengurusan provinsi.
Penguatan organisasi juga diharapkan menjadi dasar untuk memperluas kegiatan sosial, pendidikan kebangsaan, dan pembinaan pemuda di berbagai wilayah Papua Tengah.
Nindison menegaskan bahwa GBNMI harus hadir melalui kerja nyata, bukan sekadar nama dan kepengurusan. Setiap program perlu diarahkan untuk memperkuat persatuan, menumbuhkan kesadaran bela negara, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Perkuat Organisasi, Dorong Kemajuan Papua Tengah
Audiensi dengan Kapolda Papua Tengah menjadi bagian dari upaya GBNMI membangun komunikasi dengan berbagai pemangku kepentingan sebelum memperluas konsolidasi di tingkat kabupaten.
Ke depan, tantangan organisasi adalah menerjemahkan komitmen tersebut ke dalam program konkret, memperkuat kapasitas pengurus, dan memastikan kegiatan yang dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
GBNMI Papua Tengah berharap komunikasi dan sinergi dengan berbagai pihak dapat mendukung terciptanya kehidupan masyarakat yang aman, damai, dan harmonis.
Melalui penguatan organisasi di delapan kabupaten, GBNMI berkomitmen mendorong partisipasi generasi muda, memperkuat kesadaran kebangsaan, serta mengambil bagian dalam pembangunan daerah.
Audiensi ini menjadi langkah awal dalam rangkaian agenda konsolidasi GBNMI Papua Tengah untuk membangun organisasi yang solid, bertanggung jawab, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Gerakan Bela Negara Membangun Indonesia (GBNMI), berdasarkan keterangan pengurus, berfokus pada penguatan kesadaran bela negara, persatuan, dan peran aktif masyarakat dalam pembangunan. Di Papua Tengah, organisasi ini berencana memperkuat konsolidasi kepengurusan di delapan kabupaten serta mendorong keterlibatan generasi muda dalam kegiatan sosial dan kebangsaan.





