Biak-Anggopi. Fokusinews.com. Tokoh masyarakat Kampung Anggopi, Distrik Oridek, Kabupaten Biak Numfor, Manase Rumsarwir, meminta agar seluruh bentuk pungutan liar terhadap pengunjung di kawasan wisata Kampung Anggopi segera dihentikan.
Menurut Manase, penertiban pungutan tersebut penting untuk menjaga kenyamanan wisatawan sekaligus mendukung upaya pemerintah menjadikan Kampung Anggopi sebagai salah satu kawasan wisata yang layak dikembangkan.
“Saya tekankan lagi, pungutan-pungutan liar yang ada di kampung ini harus dihentikan. Kalau di atas sudah ada pungutan, jangan lagi di bawah pengunjung dipungut berlebihan,” tegas nya saat menyampaikan pernyataan di kawasan Pantai Anggopi.
Ia menilai, pengunjung yang datang ke Pantai Anggopi maupun lokasi pemandian lainnya seharusnya mendapatkan rasa aman dan nyaman. Jangan sampai wisatawan merasa terbebani karena adanya pungutan berulang di sejumlah titik.
Manase juga menyoroti kawasan Kali Waridori dan sejumlah lokasi pemandian lainnya yang menurutnya perlu ditata agar tidak dimanfaatkan oleh oknum untuk melakukan pungutan kepada masyarakat yang datang mandi.
“Tempat-tempat itu harus kita jaga. Orang datang untuk mandi dan menikmati alam, bukan untuk dikenakan pungutan berulang-ulang,” ujarnya.
Selain persoalan pungutan, Manase menekankan pentingnya menjaga kebersihan Kampung Anggopi, terutama kawasan pantai yang menjadi salah satu daya tarik bagi masyarakat dan wisatawan.
Ia mengingatkan agar sampah tidak dibuang sembarangan. Menurutnya, kebersihan menjadi salah satu indikator penting dalam mendorong pemerintah memberikan perhatian dan bantuan pembangunan fasilitas wisata.
Manase menyebut dirinya telah menerima penyampaian dari Bupati Biak Numfor mengenai pentingnya menjaga kebersihan Kampung Anggopi. Apabila kampung mampu menunjukkan kepedulian terhadap kebersihan dan penataan lingkungan, ia berharap pemerintah dapat memberikan dukungan pembangunan fasilitas wisata.
Dukungan tersebut, kata dia, antara lain dapat berupa pembangunan maupun renovasi pondok-pondok wisata dan fasilitas pendukung lainnya.
Manase berharap Kampung Anggopi dapat menjadi contoh bagi kampung-kampung lain di wilayah Biak Timur dalam mengembangkan potensi wisata berbasis masyarakat.
Ia menilai Anggopi memiliki potensi alam yang cukup besar, khususnya kawasan pantai dan lokasi pemandian yang selama ini telah dikunjungi masyarakat.
Menurutnya, pengembangan wisata tidak cukup hanya mengandalkan keindahan alam. Pengelolaan yang tertib, kebersihan, kenyamanan pengunjung serta sikap masyarakat terhadap wisatawan juga menjadi bagian penting.
“Kita harus sama-sama menjaga Kampung Anggopi. Supaya orang yang datang dari luar merasa nyaman. Kita peduli kepada mereka dan mereka juga bisa menghargai serta peduli terhadap kampung kita,” ungkapnya.
Ia juga mengapresiasi kehadiran para wartawan yang menurutnya turut membantu memperkenalkan potensi Pantai Anggopi kepada masyarakat luas.
“Terima kasih kepada rekan-rekan wartawan yang hari ini sudah datang mengambil gambar. Saya berharap Pantai Anggopi bisa menjadi contoh bagi kita semua, khususnya di Biak Timur,” ucapnya.”
Menutup pernyataannya, ia kembali menegaskan agar praktik pungutan yang dinilai tidak resmi atau berlebihan dihentikan.
Ia berharap seluruh pihak dapat menempatkan kepentingan pengembangan kampung dan kenyamanan pengunjung sebagai prioritas bersama.
Menurutnya, apabila masyarakat mampu menjaga kebersihan, menata kawasan dan menghindari pungutan yang dapat membuat wisatawan tidak nyaman, peluang mendapatkan perhatian serta dukungan pemerintah terhadap pengembangan wisata Kampung Anggopi akan semakin terbuka.
“Kalau kita peduli terhadap kampung, kita bersihkan dan kita jaga dengan baik. Harapan saya pemerintah akan melihat itu dan memberikan perhatian kepada Kampung Anggopi. Sekali lagi, pungutan liar harus dihentikan,” pungkasnya.
Biak-Papua. Fokusinews.com






