Serui – Yayasan Bengkel Kerja Papua (BKP) kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan keterampilan dan kemandirian masyarakat melalui pelatihan pengolahan pangan berbahan dasar sagu bagi ibu-ibu Jemaat GKI Pniel Serui Pantai.
Kegiatan yang dilaksanakan di SD YPK III Pniel Serui ini diikuti dengan antusias oleh para peserta. Dalam pelatihan tersebut, para ibu dibekali pengetahuan dan praktik langsung mengolah sagu menjadi berbagai produk bernilai ekonomi, seperti es krim sagu, mi sagu, dan brownies sagu.
Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan potensi pangan lokal Papua menjadi produk yang memiliki nilai tambah, sekaligus membuka peluang usaha rumahan yang dapat meningkatkan pendapatan keluarga.
Para tutor dari Yayasan Bengkel Kerja Papua memberikan pendampingan mulai dari pengenalan bahan baku, teknik pengolahan, hingga penyajian produk agar memiliki kualitas yang baik dan siap dipasarkan.
Perwakilan Yayasan Bengkel Kerja Papua menyampaikan bahwa sagu merupakan salah satu kekayaan alam Papua yang perlu terus dikembangkan melalui inovasi produk. Dengan keterampilan yang diberikan, diharapkan ibu-ibu jemaat mampu menciptakan produk olahan yang tidak hanya dikonsumsi di lingkungan keluarga, tetapi juga dapat dipasarkan sebagai sumber penghasilan.
Peserta pelatihan menyambut baik kegiatan tersebut karena memberikan pengalaman baru dalam mengolah sagu menjadi makanan modern yang diminati berbagai kalangan. Mereka berharap pelatihan serupa dapat terus dilaksanakan agar keterampilan yang dimiliki semakin berkembang.
Melalui kegiatan ini, Yayasan Bengkel Kerja Papua berharap dapat mendorong lahirnya pelaku usaha baru berbasis pangan lokal sekaligus memperkuat ketahanan pangan masyarakat dengan memanfaatkan sagu sebagai komoditas unggulan Papua.
Iqhi





