Festival Biak Munara Wampasi 2026 Resmi Dibuka, Bupati Markus: Pariwisata Dan Budaya Jadi Kekuatan Masa Depan

Biak-Papua. Fokusinews.com. Pemerintah Kabupaten Biak Numfor secara resmi membuka pelaksanaan Festival Biak Munara Wampasi (FBMW) 2026 di Lapangan Cenderawasih Biak, Rabu (1/7/2026). Pembukaan festival tahunan yang telah menjadi ikon pariwisata Papua ini berlangsung meriah dengan balutan atraksi seni, budaya, serta kehadiran ribuan masyarakat yang memadati lokasi kegiatan.

Peresmian festival dilakukan langsung oleh Bupati Biak Numfor, Markus O. Mansnembra, didampingi Wakil Bupati Jimmy C. Rumbarar Kapisa. Momentum tersebut menjadi penanda dimulainya rangkaian kegiatan FBMW 2026 yang akan berlangsung selama tujuh hari, mulai 1 hingga 7 Juli 2026.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Sejumlah tamu kehormatan turut menghadiri pembukaan festival, di antaranya perwakilan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Joko Soekartowo, perwakilan Pemerintah Provinsi Papua melalui Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Papua, Komandan Korem 172/Praja Wira Yakti, unsur TNI-Polri, anggota Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Papua Yani, Forkopimda Biak Numfor, Penjabat Sekretaris Daerah, pimpinan OPD, BUMN dan BUMD, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, seniman, budayawan, hingga wisatawan dari dalam maupun luar negeri.

Hadir pula mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Gadjah Mada yang sedang melaksanakan pengabdian di Kampung Saripra, Distrik Aimando, bersama berbagai elemen masyarakat yang ikut memeriahkan pembukaan festival.

Dalam sambutannya, Bupati Markus O. Mansnembra mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya Festival Biak Munara Wampasi 2026. Ia menyebut festival tersebut bukan sekadar agenda tahunan, tetapi merupakan simbol semangat masyarakat Biak Numfor dalam menjaga, merawat, dan mempromosikan kekayaan budaya kepada dunia.

Menurutnya, masuknya Festival Biak Munara Wampasi ke dalam agenda nasional Karisma Event Nusantara (KEN) menjadi bukti bahwa potensi budaya dan pariwisata Biak Numfor semakin mendapat pengakuan di tingkat nasional.

“Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Pemerintah Provinsi Papua, TNI-Polri, seluruh perangkat daerah, BUMN, BUMD, para seniman, budayawan, pelaku UMKM, serta seluruh masyarakat yang telah bekerja keras sehingga festival ini kembali dapat terselenggara dengan baik,” ujar Markus.

Ia menegaskan, pemerintah daerah akan terus menjadikan sektor pariwisata sebagai salah satu pilar utama pembangunan ekonomi daerah. Kekayaan budaya, keindahan alam, serta potensi bahari yang dimiliki Biak Numfor dinilai mampu menjadi daya tarik wisata unggulan yang memberikan manfaat langsung bagi kesejahteraan masyarakat.

Bupati Markus juga menyoroti pentingnya memperkuat persaudaraan kawasan Saireri yang meliputi Kabupaten Biak Numfor, Supiori, Kepulauan Yapen, dan Waropen. Menurutnya, kebersamaan antarwilayah akan menjadi modal penting dalam mendorong pembangunan kawasan pesisir Papua.

Pada kesempatan itu, ia kembali menyampaikan dukungan terhadap rencana pembentukan Provinsi Kepulauan Utara sebagai bagian dari upaya mempercepat pemerataan pembangunan di kawasan Saireri.

“Kita mungkin tidak memiliki segala-galanya, tetapi kita memiliki kekayaan laut, budaya, adat istiadat, dan masyarakat yang ramah. Semua itu merupakan modal besar untuk membangun sektor pariwisata yang berkelanjutan,” katanya.

Tidak hanya itu, Bupati Markus turut mengumumkan rencana penyelenggaraan Karnaval Budaya Kawasan Pasifik yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober 2026 bertepatan dengan Bulan Budaya Nasional. Kegiatan tersebut dirancang melibatkan sejumlah negara di kawasan Pasifik, termasuk Papua Nugini, Selandia Baru, dan negara-negara kepulauan lainnya.

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Biak Numfor telah melakukan berbagai koordinasi dengan kementerian terkait maupun sejumlah perwakilan negara sahabat agar agenda internasional tersebut dapat terlaksana dengan sukses.

Ia berharap seluruh masyarakat Biak Numfor dapat memberikan dukungan penuh sehingga kegiatan tersebut menjadi momentum memperkenalkan Biak sebagai gerbang budaya Pasifik sekaligus destinasi wisata kelas dunia.

Menjelang penutupan sambutannya, Markus mengajak seluruh masyarakat menjaga keamanan, kebersihan, ketertiban, dan keramahan selama festival berlangsung.

“Keamanan dan keramahan masyarakat adalah wajah Biak Numfor. Mari kita sambut setiap tamu dengan senyum, pelayanan yang baik, dan lingkungan yang bersih sehingga mereka membawa pulang kesan yang indah serta ingin kembali lagi berkunjung ke Biak,” pesannya.

Prosesi pembukaan Festival Biak Munara Wampasi 2026 ditandai dengan penampilan spektakuler atraksi budaya Apen Beyaren, tarian adat khas Biak, musik tradisional, serta berbagai pertunjukan seni yang menggambarkan kekayaan budaya masyarakat Biak dan kawasan Saireri. Penampilan tersebut disambut antusias ribuan warga yang memenuhi Lapangan Cenderawasih dan menjadi pembuka rangkaian festival yang diharapkan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat lokal.

 

(Heri)

Pos terkait