Pandeglang– Kondisi Yayasan Penggerak Pembangunan Dapur Panimbang 3 saat ini memprihatinkan. Lembaga sosial yang menaungi puluhan karyawan ini tengah terlilit utang kepada supplier dan belum bisa menggaji karyawannya secara penuh.
Berdasarkan data yang dihimpun pada Selasa, 8 Juli 2025 pukul 15.45 WIB, yayasan yang diketuai oleh Nurtanio Ataugoris Sahagian ini memiliki beban utang cukup besar. Tercatat utang kepada supplier gas mencapai Rp4,5 juta dan utang air galon sebesar Rp.625.000 ribu. Rabu 08/07/2026
“Ini sudah menumpuk. Kami bingung harus bayar dari mana,” ujar salah satu sumber internal yayasan.
37 Karyawan, 1 Aslap, Gaji Menunggak
Yayasan Dapur Panimbang 3 saat ini mempekerjakan 37 orang karyawan, Dari jumlah itu, 1 orang di antaranya berstatus sebagai Aslap atau Asisten Lapangan. Total beban gaji karyawan diperkirakan mencapai Rp60 juta-an per bulan.
Hingga saat ini, gaji untuk 37 karyawan tersebut belum dapat dibayarkan secara penuh. Kondisi ini membuat para pekerja resah karena kebutuhan hidup sehari-hari jadi terganggu.
Selain karyawan tetap, yayasan juga memberdayakan Kader KPM sebanyak 1493.2 orang dari dua kampung. Kader ini diketuai oleh seorang dr. Namun honor yang diterima sangat kecil, yakni hanya Rp1.000 per satu ompreng makanan yang didistribusikan.
Yayasan Penggerak Pembangunan Dapur Panimbang 3 beralamat di Kp Neglasari RT 02/01, Desa Panimbang Jaya, Kecamatan Panimbang.
Lembaga ini diketahui bergerak di bidang kegiatan sosial kemasyarakatan, khususnya dalam program pembagian makanan dan pemberdayaan kader di tingkat desa.
Dengan banyaknya karyawan dan kader yang digaji kecil, ditambah beban utang ke supplier, keberlangsungan program yayasan kini dipertanyakan warga.
Warga berharap pemerintah desa, kecamatan, hingga dinas terkait segera turun tangan untuk membantu mencari solusi. Baik dalam bentuk bantuan dana, penyaluran program, maupun mediasi dengan pihak supplier agar operasional dapur sosial ini tidak sampai terhenti.
“Kami tidak minta banyak. Cukup agar gaji karyawan bisa dibayar dan dapur tetap jalan. Ini menyangkut hajat hidup orang banyak,” tutup sumber tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Ketua Yayasan Nurtanio Ataugoris Sahagian belum dapat dikonfirmasi lebih lanjut terkait langkah yang akan diambil untuk menyelesaikan permasalahan utang dan gaji karyawan. Pungkas nya (Toha/gi)





