WAROPEN, PAPUA – Komandan Kodim (Dandim) 1709/Yawa, Letkol Inf Ahmad Albar, S.H., melaksanakan peninjauan dan pengawasan intensif terhadap dua lokasi dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Distrik Urei Faisei, Kabupaten Waropen, Kamis (15/10/2026). Langkah ini diambil guna menjamin kesiapan fasilitas serta standar kelayakan operasional dalam mendukung program pemenuhan gizi bagi masyarakat di wilayah tersebut.
Kedua fasilitas yang ditinjau dan menjadi objek pengawasan tersebut adalah Dapur SPPG Songgua III yang terletak di Jalur II Barat SP 5, serta Dapur SPPG Waropen Bawah Batu Zaman yang berlokasi di Jalur III Barat SP 5. Kehadiran pimpinan teritorial ini bertujuan untuk memastikan bahwa seluruh sarana pendukung telah siap digunakan sesuai dengan standar kesehatan yang berlaku.
Dalam kunjungannya, Dandim 1709/Yawa didampingi oleh Perwira Penghubung (Pabung) Waropen Mayor Inf Marsamuel Makanuay, Danramil 1709-03/Warbah Mayor Inf Marselus Worabai, serta jajaran Babinsa setempat. Peninjauan mencakup pengecekan fisik bangunan, kelengkapan alat masak, pengaturan tata ruang, hingga mekanisme sanitasi yang diterapkan di lingkungan dapur.
Aspek lingkungan, khususnya sistem pembuangan limbah, menjadi sorotan utama dalam inspeksi ini. Dandim menegaskan bahwa operasional dapur dalam skala besar harus memiliki manajemen limbah yang terintegrasi agar tidak berdampak negatif pada kesehatan warga sekitar maupun ekosistem lingkungan.
Letkol Inf Ahmad Albar, S.H., menekankan bahwa fasilitas yang memadai harus dibarengi dengan manajemen kebersihan yang ketat. Menurutnya, keberhasilan program pemenuhan gizi dimulai dari proses pengolahan yang higienis di dapur.
“Pengelolaan dapur SPPG tidak hanya soal kelengkapan fasilitas atau alat yang modern saja. Namun, yang jauh lebih krusial adalah bagaimana kita mengutamakan aspek kebersihan, sanitasi, dan tata kelola limbah yang baik. Hal ini sangat penting agar aktivitas operasional dapur tetap tertib, aman, dan tidak menimbulkan pencemaran,” ujar Letkol Inf Ahmad Albar di sela-sela peninjauannya.
Dandim 1709/Yawa juga menambahkan bahwa pengecekan secara mendetail pada setiap sudut ruangan dilakukan untuk mengantisipasi adanya kendala teknis saat program mulai berjalan secara penuh.
“Kami memeriksa setiap bagian secara langsung. Kita ingin memastikan fasilitas pendukung tersedia lengkap dan pengelolaan lingkungannya benar-benar diperhatikan sesuai ketentuan,” tegasnya.
Peninjauan ini merupakan bagian dari komitmen Kodim 1709/Yawa dalam mengawal program strategis pemerintah pusat, khususnya dalam bidang kesehatan dan pemenuhan gizi. Melalui pengawasan yang ketat, diharapkan SPPG di Kabupaten Waropen dapat menjadi percontohan fasilitas pelayanan publik yang profesional dan higienis.
Pihak Kodim 1709/Yawa berharap dengan adanya pengawasan langsung ini, pengelola dapur memiliki kesadaran tinggi terhadap tanggung jawab lingkungan. Jika standar kebersihan dan kelayakan fasilitas terpenuhi, maka manfaat dari program pemenuhan gizi ini dapat dirasakan secara optimal oleh masyarakat luas.
Kegiatan yang berlangsung sejak pagi hingga siang hari tersebut berjalan dengan aman dan lancar. Dengan kesiapan infrastruktur yang telah diverifikasi, Dapur SPPG Songgua III dan Waropen Bawah kini bersiap untuk melaksanakan tugasnya dalam meningkatkan kualitas gizi bagi generasi masa depan di Kabupaten Waropen. (**)





