KEPULAUAN YAPEN, PAPUA – Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (DPC GAMKI) Kepulauan Yapen resmi membuka rangkaian kegiatan Masa Penerimaan Anggota (Maperta) dan Konferensi Cabang (Konfercab) II pada Selasa (27/10/2026). Bertempat di Gedung Silas Papare Serui, kegiatan yang berlangsung selama dua hari hingga 28 Oktober 2026 ini bertujuan untuk memperkuat konsolidasi organisasi serta melahirkan kepemimpinan baru yang berintegritas bagi kemajuan Kabupaten Kepulauan Yapen.
Acara pembukaan ini dihadiri oleh Pj. Sekda Kepulauan Yapen, Cyfrianus Yustus Mambay, S.Pd., M.Si., M.H., yang mewakili Bupati Kepulauan Yapen. Turut hadir Ketua DPD GAMKI Provinsi Papua, perwakilan KPU dan Bawaslu, Polres Kepulauan Yapen, Kodim 1709/YAWA, KNPI, serta pimpinan lintas Organisasi Kepemudaan (OKP) dan peserta pemuda dari berbagai denominasi gereja.
Karateker Ketua GAMKI Kepulauan Yapen, Manuel Rumpaidus, ST., menegaskan bahwa Maperta adalah pintu gerbang bagi pemuda Kristen untuk mengabdikan diri dalam pelayanan yang nyata. Ia menekankan pentingnya moto Ora et Labora dalam setiap gerak kader.
“Kita memulai segala hal dengan doa sebelum melanjutkan pekerjaan. Saya percaya rekan-rekan yang hadir memiliki kerinduan untuk melayani. Melalui GAMKI, kita belajar meneladani karakter Kristus agar 10 hingga 20 tahun ke depan, kader-kader ini mampu menjadi pemimpin yang tangguh di bidang ilmunya masing-masing,” ujar Manuel dalam sambutannya.
Sejalan dengan itu, Ketua DPD GAMKI Provinsi Papua, Louis Hendrik Mebri, menyoroti sejarah kebangkitan GAMKI di Tanah Papua yang sempat vakum selama belasan tahun. Ia membawa pesan kebangsaan yang kuat dengan mengutip nats Alkitab dari Yeremia 29:7.
“Usahakanlah kesejahteraan kota ke mana kamu Aku buang. Pesan ini relevan bagi kader GAMKI di Yapen. Kesejahteraan bukan hanya soal kecukupan materi, tapi juga keamanan dan kedamaian. Kader GAMKI memiliki tanggung jawab moral untuk membangun daerah, apalagi Bapak Bupati kita juga merupakan mantan aktivis mahasiswa Kristen (GMKI). Kita harus berdampak bagi banyak orang di Tanah Papua,” tegas Louis.
Sementara itu, Pj. Sekda Kepulauan Yapen, Cyfrianus Yustus Mambay, saat membuka acara secara resmi, mengingatkan bahwa organisasi adalah kawah candradimuka untuk membentuk karakter yang tidak didapatkan di bangku kuliah. Ia mendorong pemuda untuk tidak sekadar menjadi “mahasiswa pulang-pergi”, melainkan aktif mengasah kemampuan manajerial dan kepemimpinan.
“Organisasi ini melatih kita bekerja berkelompok dan memiliki integritas. Di pemerintahan, kita bisa melihat perbedaan kualitas pemimpin yang memiliki latar belakang organisasi dengan yang tidak. Saya berharap GAMKI dapat bersinergi dengan visi-misi pemerintah daerah untuk mewujudkan keadilan dan pembangunan,” tutur Cyfrianus.
Lebih lanjut, Cyfrianus memberikan catatan khusus mengenai tantangan sosial di Kepulauan Yapen, termasuk angka kasus HIV-AIDS yang telah menembus 3.000 kasus dan didominasi usia produktif. Ia menantang GAMKI untuk menjadi pelita yang memberikan edukasi konkret di masyarakat.
“GAMKI harus hadir secara nyata. Alkitab itu harus konkret, bukan sekadar khotbah. Mari bantu pemerintah mengedukasi generasi muda agar terhindar dari penyakit mematikan dan kemiskinan. Jadilah sinar yang menerangi kegelapan di Kepulauan Yapen,” pungkasnya.
Kegiatan Konfercab II ini akan dilanjutkan dengan pemberian materi penguatan organisasi, pemilihan pengurus baru periode mendatang, serta prosesi pelantikan pengurus terpilih. (**)






