Fokusinews.com | Makassar — Sebuah video yang memperlihatkan aksi tidak pantas seorang remaja di tengah jalan umum viral di media sosial dan menuai berbagai reaksi dari masyarakat. Dalam video yang beredar luas, terlihat seorang remaja membuka baju saat mengendarai sepeda motor di Jalan Hertasning, Kota Makassar, bersama sejumlah rekannya.
Aksi tersebut diduga dilakukan secara sengaja untuk konten media sosial, lantaran video itu kemudian diunggah melalui akun Instagram dan dengan cepat menyebar ke berbagai platform lainnya. Peristiwa ini pun memicu perhatian publik, terutama terkait aspek keselamatan berkendara, norma kesopanan, serta pengaruh media sosial terhadap perilaku remaja.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian tersebut berlangsung pada siang hari di ruas Jalan Hertasning yang dikenal cukup padat oleh aktivitas kendaraan. Dalam rekaman video, tampak remaja tersebut tidak hanya melakukan tindakan yang dianggap tidak pantas, tetapi juga mengabaikan keselamatan diri dan pengguna jalan lainnya.
Sejumlah warga yang menyaksikan kejadian itu secara langsung mengaku resah dan menyayangkan tindakan tersebut. Mereka menilai aksi seperti itu tidak hanya melanggar norma sosial, tetapi juga berpotensi membahayakan keselamatan di jalan raya.
“Ini sangat tidak pantas dilakukan di tempat umum, apalagi di jalan raya yang ramai. Selain mengganggu pengguna jalan lain, juga bisa memicu kecelakaan,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.
Sementara itu, pihak berwenang diharapkan segera menelusuri identitas pelaku dan memberikan pembinaan agar kejadian serupa tidak terulang. Aparat juga mengingatkan bahwa jalan raya bukanlah tempat untuk melakukan aksi yang dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain.
Selain itu, fenomena ini kembali membuka diskusi terkait penggunaan media sosial di kalangan remaja. Banyak pihak menilai bahwa dorongan untuk mendapatkan perhatian atau popularitas di dunia maya sering kali membuat sebagian remaja mengabaikan norma dan aturan yang berlaku.
Pengamat sosial menyebutkan bahwa peran orang tua, sekolah, serta lingkungan sangat penting dalam memberikan edukasi kepada remaja tentang batasan perilaku, baik di dunia nyata maupun di dunia digital. Literasi digital juga dianggap perlu diperkuat agar generasi muda lebih bijak dalam membuat dan menyebarkan konten.
“Remaja perlu dibekali pemahaman bahwa tidak semua hal layak dijadikan konten. Ada nilai etika, hukum, dan keselamatan yang harus dijaga,” ungkap seorang pengamat.
Di sisi lain, pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat, khususnya generasi muda, untuk selalu mematuhi aturan lalu lintas dan menjaga etika di ruang publik. Mereka menegaskan bahwa tindakan yang melanggar norma atau membahayakan keselamatan bisa dikenakan sanksi sesuai peraturan yang berlaku.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi terkait identitas remaja dalam video tersebut. Namun, aparat dikabarkan tengah melakukan penelusuran untuk memastikan kebenaran dan menindaklanjuti kasus ini.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi semua pihak bahwa penggunaan media sosial harus disertai tanggung jawab. Selain berdampak pada diri sendiri, konten yang dibuat juga dapat mempengaruhi orang lain dan menciptakan efek sosial yang luas.
Masyarakat pun berharap agar kejadian ini menjadi pelajaran bersama, khususnya bagi generasi muda, untuk lebih bijak dalam bertindak dan tidak melakukan hal-hal yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.






