Papua_Serui, fokusinews.com — Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Serui, Selly L.I. Pihahei, S.Pd. membantah tegas tudingan adanya pungutan liar (pungli) dalam kegiatan perpisahan siswa. Pihak sekolah menegaskan bahwa kontribusi dana yang dikumpulkan merupakan hasil kesepakatan bersama dan bersifat sukarela.
Dalam keterangan resminya saat ditemui, pihak sekolah menjelaskan bahwa rencana kegiatan perpisahan telah dibahas melalui rapat bersama orang tua siswa sejak awal. Dalam forum tersebut, seluruh pihak yang hadir menyepakati adanya kontribusi sukarela guna mendukung kelancaran acara.
Sekolah menyayangkan adanya oknum orang tua yang tidak mengikuti rapat awal, namun kemudian menyebarkan informasi yang dinilai tidak utuh dan berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Bahkan, isu tersebut sempat dilaporkan ke dinas terkait dengan tuduhan adanya pungli. Menanggapi hal itu, pihak sekolah segera mengambil langkah klarifikasi dengan kembali mengundang orang tua siswa dalam rapat lanjutan.

Rapat klarifikasi tersebut digelar pada Kamis (23/04/2026) dan dihadiri oleh sejumlah orang tua murid. Dalam pertemuan tersebut, seluruh peserta menyatakan persetujuan terhadap kegiatan perpisahan, termasuk mekanisme sumbangan yang bersifat sukarela.
Pihak sekolah menegaskan bahwa tidak ada unsur paksaan dalam pengumpulan dana. Sumbangan yang diberikan orang tua murni untuk membantu terselenggaranya kegiatan perpisahan siswa secara layak dan berkesan.
“Kami sangat menyayangkan adanya informasi yang tidak benar. Keputusan ini merupakan hasil musyawarah bersama dan tidak ada unsur paksaan,” tegas Kepala Sekolah.
Sekolah juga memastikan bahwa pengelolaan dana dilakukan secara transparan dan terbuka. Pihak sekolah membuka ruang komunikasi bagi orang tua maupun masyarakat yang membutuhkan penjelasan lebih lanjut.
Selain itu, SMP Negeri 2 Serui mengimbau seluruh pihak agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum tentu benar, serta mengedepankan dialog dan musyawarah dalam menyelesaikan setiap persoalan.
Dengan komunikasi yang baik, sekolah berharap hubungan antara pihak sekolah dan orang tua siswa tetap harmonis demi mendukung proses pendidikan yang kondusif.
