Karanganyar , Fokusinews.com– Yayasan Pondok Pesantren Darut Tholibin Bangsri, Karangpandan, Karanganyar, menggelar haul pertama KH. Muhammad Sami’an Ali pada Senin malam, 6 April 2026. Acara yang berlangsung khidmat ini dihadiri sekitar 500 jamaah dari Solo dan wilayah Karanganyar sekitarnya.
KH. Muhammad Sami’an Ali dikenal sebagai muasis Pondok Pesantren ILYAS Tegalarum, Karanganyar, sekaligus A’wan Pondok Pesantren Darut Tholibin Bangsri Karangpandan.
Rangkaian acara dimulai ba’da Isya dan dimeriahkan dengan iringan hadrah dari grup HAMAS Sroyo. Alunan shalawat yang dibawakan secara kompak membuat suasana sholawatan semakin khusyuk dan penuh kekhidmatan.
Dalam sambutannya, Gus Norman Natsir yang mewakili keluarga dan pengurus yayasan KH. Muhammad Sami’an Ali menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh jamaah yang hadir.
“Semoga kehadiran dan doa dari para jamaah menjadi amal jariyah bagi almarhum dan keberkahan bagi kita semua,” ujar Gus Norman.
Puncak acara dilanjutkan dengan pembacaan tahlil dan dzikir yang dipimpin oleh KH. Agus Maulana, pengasuh Pondok Pesantren Al Muhsinin Cukir, Tebuireng, Jombang. Suasana haru dan khusyuk menyelimuti seluruh ruangan saat lantunan doa dipanjatkan untuk almarhum.
Menyambung rangkaian haul, Habib Muhammad bin Yahya Baraghbah menyampaikan mauidhoh hasanah tentang pentingnya mendoakan orang tua yang telah meninggal serta adab yang baik terhadap orang tua yang masih hidup. Habib Muhammad menekankan bahwa salah satu cara memperbaiki adab adalah dengan menjalankan ibadah puasa Ramadhan.
“Puasa mendidik kita tentang kesabaran dan kebersamaan, juga menumbuhkan kepedulian sosial,” tutur Habib Muhammad.
Acara haul ditutup dengan doa bersama yang kemudian dilanjutkan dengan ziarah kubur ke makam KH. Muhammad Sami’an Ali. Seluruh jamaah tampak tertib dan penuh penghormatan dalam setiap rangkaian kegiatan.

Dengan terselenggaranya haul pertama ini, keluarga besar dan para santri berharap agar perjuangan serta keteladanan KH. Muhammad Sami’an Ali senantiasa menjadi penerang jalan bagi generasi penerus.
