SERUI, fokusinews.com — Badan Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten Kepulauan Yapen (Bawaslu Yapen) bersiap memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Bawaslu Kabupaten/Kota ke-8 pada 15 Agustus 2026 dan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026.
Peringatan dua momentum penting tersebut tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga dijadikan ruang refleksi bagi jajaran Bawaslu Kepulauan Yapen untuk memperkuat kebersamaan, meningkatkan semangat pengawasan pemilu, serta membangun sinergi dengan masyarakat dalam mengawal demokrasi.
Mengusung tema “Mengukuhkan Demokrasi”, rangkaian kegiatan di lingkungan Bawaslu Yapen diisi dengan berbagai aktivitas kebersamaan yang melibatkan seluruh jajaran.
Sejumlah kegiatan yang dipersiapkan antara lain domino, tebak gambar, Kahoot Quiz, karaoke hingga family game. Kegiatan tersebut dirancang sebagai ruang interaksi informal untuk memperkuat kekompakan, komunikasi dan hubungan kekeluargaan antarsesama jajaran pengawas pemilu.
Ketua Bawaslu Kabupaten Yapen menilai momentum HUT Bawaslu ke-8 dan HUT Kemerdekaan RI ke-81 harus dimaknai lebih jauh dari sekadar perayaan.
Menurutnya, soliditas internal merupakan salah satu modal penting dalam menjalankan tugas pengawasan pemilu, terlebih kerja-kerja pengawasan membutuhkan koordinasi, integritas dan komunikasi yang kuat di antara seluruh jajaran.
“Peringatan HUT Bawaslu dan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ini menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan sekaligus melakukan refleksi terhadap tugas dan tanggung jawab kita sebagai pengawas pemilu. Pengawasan tidak bisa berjalan sendiri-sendiri, tetapi membutuhkan soliditas jajaran dan dukungan masyarakat,” ujar Ketua Bawaslu Kepulauan Yapen Herold M. Jandeday saat menyampaikan sambutan dalam kegiatan dimaksud Rabu (12/08/2026) di kantor Bawaslu Yapen.
Ia menegaskan, semangat “Mengukuhkan Demokrasi” harus diterjemahkan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari, bukan hanya menjadi tema peringatan.
“Demokrasi yang kuat membutuhkan pengawasan yang kuat, tetapi pengawasan yang kuat juga membutuhkan integritas, profesionalitas dan keberanian untuk menjalankan tugas sesuai ketentuan. Karena itu, momentum ini harus menjadi penyemangat bagi seluruh jajaran untuk terus memberikan yang terbaik bagi demokrasi di Kepulauan Yapen,” katanya.
Menurut Herold, kegiatan kebersamaan seperti family game, kuis dan permainan lainnya memiliki nilai penting dalam membangun komunikasi internal.

Ruang kebersamaan tersebut diharapkan dapat menciptakan suasana kerja yang semakin harmonis, sehingga koordinasi dalam menjalankan fungsi pengawasan dapat berlangsung secara efektif.
Namun, di balik suasana perayaan tersebut, Bawaslu Kepulauan Yapen juga menjadikan momentum ini sebagai kesempatan untuk mengingat kembali perjalanan lembaga dalam mengawal demokrasi di daerah.
Delapan tahun perjalanan Bawaslu Kabupaten/Kota menjadi bagian dari proses panjang penguatan kelembagaan pengawasan pemilu. Tantangan pengawasan juga terus berkembang, mulai dari dinamika politik, partisipasi masyarakat, penyebaran informasi digital hingga potensi pelanggaran dalam setiap tahapan pemilu dan pemilihan.
Karena itu, jajaran Bawaslu dituntut untuk terus meningkatkan kapasitas dan menjaga independensi dalam menjalankan tugas.
Ketua Bawaslu Yapen menambahkan bahwa kedekatan dengan masyarakat juga menjadi bagian penting dari strategi pengawasan.
“Kami ingin Bawaslu tetap dekat dengan masyarakat. Masyarakat bukan hanya sebagai objek pengawasan, tetapi merupakan bagian penting dalam mengawal demokrasi. Pengawasan partisipatif harus terus kita bangun agar masyarakat berani menyampaikan informasi dan bersama-sama menjaga proses demokrasi,” ujarnya.
Peringatan HUT Bawaslu ke-8 yang berdekatan dengan HUT RI ke-81 juga menjadi pengingat bahwa demokrasi dan kemerdekaan memiliki hubungan erat dengan partisipasi masyarakat.
Kemerdekaan yang telah diperjuangkan para pendahulu bangsa harus terus diisi dengan kehidupan demokrasi yang sehat, termasuk memastikan proses pemilu berlangsung jujur, adil, transparan dan bermartabat.
Bawaslu Yapen berkomitmen untuk terus membangun kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk pemuda, mahasiswa, organisasi masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, media dan kelompok masyarakat lainnya.
Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk memperkuat pengawasan partisipatif sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa menjaga kualitas demokrasi merupakan tanggung jawab bersama.
“Kebersamaan adalah kekuatan untuk mengawal demokrasi yang lebih baik. Karena itu, mari kita jadikan momentum HUT Bawaslu dan HUT Kemerdekaan ini untuk memperkuat komitmen, mempererat sinergi dan memastikan demokrasi di Kepulauan Yapen terus tumbuh secara sehat dan bermartabat,” pungkasnya.
Dengan semangat tersebut, HUT Bawaslu Kabupaten/Kota ke-8 dan HUT Republik Indonesia ke-81 diharapkan tidak hanya menjadi perayaan internal, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat kembali komitmen seluruh jajaran dalam mengawal demokrasi dan memastikan hak politik masyarakat tetap terlindungi.





