Fokusinews.com ◊ Sidenreng Rappang, 01 Agustus 2026.
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Gelombang 116 Universitas Hasanuddin melaksanakan program kerja berupa sosialisasi dan edukasi mengenai branding serta kemasan produk kepada masyarakat Desa Tanete, khususnya para peternak ayam petelur.
Program ini merupakan salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan meningkatkan nilai tambah produk telur melalui penguatan identitas produk dan strategi pemasaran yang lebih efektif.
Desa Tanete dikenal sebagai salah satu sentra peternakan ayam petelur di Kabupaten Sidenreng Rappang. Namun, sebagian besar peternak masih menjual hasil produksinya dalam bentuk telur curah tanpa identitas merek maupun kemasan yang menarik. Kondisi tersebut menyebabkan harga jual produk sangat bergantung pada fluktuasi pasar dan peran pengepul, sehingga pendapatan peternak sering kali mengalami ketidakstabilan.
Pola pemasaran yang lebih mandiri dan perluasan jaringan penjualan merupakan salah satu faktor penting dalam memperkuat posisi peternak.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, mahasiswa KKN-T 116 Universitas Hasanuddin memberikan pemahaman mengenai pentingnya membangun branding sebagai identitas usaha, penggunaan kemasan yang menarik, higienis, dan informatif, serta pemanfaatan media digital sebagai sarana promosi.
Peserta juga diperkenalkan pada cara sederhana membuat label produk yang memuat nama merek, logo, informasi produsen, dan kontak usaha sehingga produk memiliki nilai jual yang lebih tinggi serta mudah dikenali oleh konsumen.
Selain meningkatkan kualitas tampilan produk, kegiatan ini diharapkan mampu mendorong peternak untuk mengembangkan strategi pemasaran secara mandiri. Dengan memiliki merek dan kemasan sendiri, peternak tidak hanya menjual telur sebagai komoditas, tetapi juga sebagai produk yang memiliki identitas dan nilai tambah.
Langkah tersebut diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap harga pasar maupun pengepul, sekaligus membuka peluang menjangkau konsumen secara langsung, baik melalui penjualan offline maupun platform digital.
Antusiasme para peternak selama kegiatan menunjukkan tingginya minat untuk mengembangkan usaha secara lebih modern dan berorientasi pada kebutuhan pasar. Diskusi yang berlangsung interaktif menjadi wadah bagi peserta untuk berbagi pengalaman mengenai tantangan pemasaran serta mencari solusi yang dapat diterapkan sesuai kondisi usaha masing-masing.
Melalui program kerja ini, mahasiswa KKN-T Gelombang 116 Universitas Hasanuddin berharap pengetahuan yang diberikan dapat menjadi langkah awal bagi peternak ayam petelur di Desa Tanete untuk membangun usaha yang lebih mandiri, berdaya saing, dan berkelanjutan. Program ini juga menjadi wujud nyata komitmen Universitas Hasanuddin dalam menghadirkan inovasi dan pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan Kuliah Kerja Nyata Tematik yang berfokus pada penyelesaian permasalahan di tingkat desa.
(Red)





