Editor: SS
BIMA, Fokusinews.com — Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia menyisakan berbagai cerita penuh inspirasi dan senyum kebahagiaan. Salah satu momen paling menarik datang dari dunia pendidikan anak usia dini, di mana keceriaan dan semangat nasionalisme terpancar nyata dari para murid TK Negeri Lanta. Setelah sukses menggelar sesi latihan atau gladi bersih pada Senin (10/08), puncak kemeriahan aksi pawai dan karnaval anak-anak digelar meriah pada Selasa, 11 Agustus 2026 di Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Dalam perayaan meriah tersebut, anak-anak tampil memukau dengan mengenakan berbagai atribut pakaian adat Nusantara serta seragam profesi impian, mulai dari polisi cilik hingga pilot. Suasana karnaval anak ini tidak hanya mengundang gelak tawa dan kagum dari warga, tetapi juga sarat akan pesan moral yang mendalam.
Kepala Sekolah sekaligus pendidik TK Negeri Lanta, Landa, S.Pd., mengungkapkan bahwa melihat anak-anak kecil mengenakan atribut negara dan seragam profesi mengingatkan kita pada hakikat utama bangsa: mereka adalah masa depan yang sedang dibangun hari ini.
“Di usia yang masih sangat belia, mereka belum paham betul arti penderitaan para pahlawan. Tapi di balik seragam polisi, pilot, dan pakaian adat yang mereka kenakan, tersimpan doa dan harapan besar: Bahwa kelak mereka akan menjaga dan melanjutkan estafet kemerdekaan ini,” ungkap Landa penuh kebanggaan.
Ia juga menambahkan bahwa momentum HUT ke-81 RI ini harus menjadi pengingat bersama bahwa sehebat apa pun kemajuan fisik maupun teknologi, karakter dan nilai persatuan harus tetap diletakkan sebagai fondasi utama kehidupan berbangsa.
Berlokasi di Jalan Syekh Mubarok, Desa Lanta, Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima, TK Negeri Lanta membuktikan bahwa penanaman nilai patriotisme tidak harus selalu lewat buku pelajaran formal, melainkan dapat ditanamkan melalui pengalaman langsung yang ceria dan menyenangkan.


Tawa riang anak-anak di barisan dengan nomor urut 18 ini membawa pesan filosofis yang kuat bagi orang dewasa. Sejalan dengan tanggapan positif yang disampaikan oleh orang tua murid, Nurlailah, S.Pd. (Mama Aisyah), bahwa kegiatan ini memberikan pelajaran berharga mengenai tanggung jawab moral.
“Mereka hanya main peran, tapi pesannya dalam: Sehari menjadi polisi, seumur hidup harus berlaku adil,” ujar Mama Aisyah mewakili suara para orang tua.
Mari belajar dari ketulusan mereka, di mana mengabdi tidak harus menunggu besar, dan menjaga NKRI bisa dimulai dari hal terkecil.
Dirgahayu Republik Indonesia ke-81! Dari Lanta, Bima, semangat cinta tanah air terus dirawat bersama dengan cinta dan ketulusan anak-anak bangsa.(SS)
Kaperwil NTB : Asfaran





