Editor : SS
BIMA, Fokusinews.com — Gotong royong mendarah daging yang menjadi identitas luhur masyarakat kembali hidup dan berdenyut di Desa Buncu, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB). Memasuki tahun keempat pembangunannya, Masjid Nurul Iman Buncu kini bersiap merampungkan tahap krusial, yakni pengecoran lantai Dua atau bagian atap yang dijadwalkan pada Sabtu, 15 Agustus 2026 mendatang.


Di balik megahnya progres pembangunan rumah ibadah ini, tersimpan cerita panjang tentang kebersamaan, keikhlasan, serta ketulusan warga yang berjuang melampaui batas keterbatasan material dan anggaran.
Pelaksanaan pembangunan Masjid Nurul Iman selama ini dikerjakan secara bertahap melalui iuran, donasi, wakaf, infak, serta swadaya murni dari masyarakat. Sistem kerja bakti diatur secara bergiliran per RT atau melalui pengumuman langsung di masjid.

Kendati undangan disampaikan secara sederhana lewat pengumuman masjid, Ketua Pembangunan Masjid Nurul Iman, Salam Ahmad (Om Latu), mengungkapkan bahwa antusiasme warga selalu luar biasa setiap kali panggilan kerja bakti dikumandangkan.
“Meskipun undangan lewat pengumuman langsung masjid, terus per RT atau giliran RT per hari, kalau waktu cor seluruh masyarakat Buncu langsung antusias turun semua kerja bakti,” ujar Salam Ahmad dengan penuh rasa bangga.
Hal senada juga disampaikan oleh Ustad Dargo, S.Pd.I., yang menuturkan bahwa kebersamaan warga Buncu dalam bergotong royong sudah mendarah daging menjadi tradisi sosial yang kuat.
“Menariknya, gotong royong tidak hanya diwujudkan melalui iuran berupa uang. Warga juga terbiasa membawa berbagai kebutuhan selama kegiatan berlangsung. Ada yang membawa makanan ringan, air dingin, kopi, rokok, ubi-ubian, kacang-kacangan, hingga hasil pertanian dari ladang maupun tanaman yang ada di sekitar rumah,” jelas Ustad Dargo.
Peran kaum ibu pun tidak kalah penting. Ketika mendapat giliran gotong royong, mereka dengan penuh perhatian turut membawa aneka hidangan dari rumah untuk disantap bersama para pekerja dan warga lainnya.
Pembiayaan pembangunan masjid ini ditopang oleh sistem iuran yang berkeadilan dan disesuaikan dengan kemampuan ekonomi warga. Warga non-PNS memberikan iuran sesuai kesepakatan, sementara para PNS, pengusaha, serta warga dengan kemampuan ekonomi lebih tinggi memberikan kontribusi yang lebih besar.
Partisipasi aktif ini bahkan melampaui batas teritorial Desa Buncu. Warga setempat yang merantau dan bekerja di luar daerah, anggota TNI dan Polri yang bertugas di dalam maupun luar daerah, hingga para wiraswasta turut memberikan uluran tangan demi berdirinya rumah Allah yang representatif.
Menyongsong rampungnya struktur atas masjid, Panitia Pembangunan Masjid Nurul Iman Buncu yang diwakili oleh Zaidun, S.Pd.I., mengeluarkan undangan terbuka bagi seluruh kaum muslimin dan dermawan untuk turut ambil bagian dalam amal jariyah ini:
UNDANGAN PENGECORAN ATAP MASJID NURUL IMAN BUNCU
🗓️ Hari/Tanggal: Sabtu, 15 Agustus 2026
⏰Waktu: Pukul 07.30 WITA
📍Tempat: Masjid Nurul Iman Buncu
Panitia membuka pintu seluas-luasnya bagi hamba Allah yang ingin menginfakkan sebagian hartanya. Bantuan dapat disalurkan melalui:
🏛️Bank BSI :7323612166 (A.n. Masjid Nurul Iman Buncu)
Konfirmasi & Informasi:
📲 082359444472 (Salam Ahmad)
📲 0852-3915-7587 (Dargo,S.Pd.I.)
📲 0853-3321-9673 (Zaidun,S.Pd.I.)
Bagi masyarakat Buncu, pembangunan Masjid Nurul Iman bukan sekadar mendirikan bangunan fisik semata. Di setiap adukan semen dan kerangka besi lantai tiga terselip doa, keringat, hasil bumi ladang warga, serta asa agar generasi masa depan dapat beribadah dengan nyaman dan khusyuk. Sekecil apa pun uluran tangan yang diberikan, akan menjadi catatan amal jariyah yang pahalanya tidak terputus di sisi Allah SWT.
Kaperwil NTB: Asfaran





