Fokusinews.com ◊ Rabu, 21 Oktober 2026.
BLITAR – Petani membutuhkan lebih dari sekadar sarana produksi untuk mengembangkan usaha tani. Akses terhadap teknologi, koordinasi antarkelompok, dan saluran penyampaian aspirasi juga menjadi faktor penting agar persoalan di lapangan dapat ditangani secara bersama.
Upaya memperkuat kebutuhan tersebut dilakukan Pemerintah Kabupaten Blitar melalui penyaluran bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada sekitar 200 Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), Rabu, 21 Oktober 2026.
Pada hari yang sama, Bupati Blitar Rijanto meresmikan Sekretariat Gapoktan Karya Tani Mandiri di Desa Bajang, Kecamatan Talun. Kehadiran sekretariat tersebut diharapkan memperkuat komunikasi dan konsolidasi kelompok tani di berbagai wilayah Kabupaten Blitar.
Dua agenda itu menjadi bagian dari dukungan pemerintah daerah terhadap pengembangan pertanian, mulai dari penyediaan peralatan hingga penguatan kelembagaan petani.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Blitar, Setiyono, menjelaskan bantuan yang disalurkan meliputi satu unit combine harvester besar, dua unit transplanter, 47 unit alsintan lainnya, 60 unit pompa air berukuran tiga inci, serta tiga unit hand tractor.
“Selain peresmian Kantor Sekretariat Gapoktan Karya Tani Mandiri Kabupaten Blitar, kami juga membagikan alsintan oleh Pak Bupati kepada para penerima,” kata Setiyono.
Bantuan tersebut diharapkan menunjang kegiatan produksi sekaligus membantu meningkatkan efisiensi pekerjaan petani. Pemanfaatan peralatan secara optimal menjadi penting agar dukungan pemerintah dapat memberikan manfaat nyata bagi kelompok penerima.
Sekretariat Baru Diharapkan Memperkuat Suara Petani
Bagi Ketua Gapoktan Karya Tani Mandiri Kabupaten Blitar, M.F.A. Maskuri, peresmian sekretariat membuka ruang yang lebih terorganisasi bagi kelompok tani untuk berkomunikasi dan membahas persoalan pertanian.
Selama ini, Gapoktan bersinergi dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Blitar dalam pembinaan sektor pertanian. Keberadaan sekretariat diharapkan memperkuat hubungan tersebut sekaligus memudahkan konsolidasi antarkelompok.
“Harapannya ke depan, dengan diresmikannya sekretariat, kita sudah mempunyai tempat untuk berkoordinasi, konsolidasi bersama teman-teman Gapoktan di Kabupaten Blitar,” ujar Maskuri.
Ia menegaskan, Gapoktan ingin hadir ketika petani menghadapi kendala, baik melalui penyampaian aspirasi maupun upaya mencari penyelesaian bersama pihak terkait.
“Maka dari itu, kami Gapoktan Kabupaten Blitar akan hadir di tengah-tengah petani di kala petani Blitar ada permasalahan. Kita sampaikan langsung ke stakeholder dan carikan solusi bersama demi kesejahteraan petani di Kabupaten Blitar,” pungkasnya.
Peran tersebut membuat sekretariat diharapkan tidak sekadar berfungsi sebagai tempat berkumpul. Lebih jauh, fasilitas itu dapat menjadi ruang untuk menghimpun kebutuhan petani, bertukar pengalaman, dan menjembatani komunikasi dengan pemerintah maupun pemangku kepentingan lainnya.
Rijanto Minta Pertanian Tak Hanya Mengejar Hasil Panen
Bupati Blitar Rijanto menekankan bahwa pembangunan pertanian perlu diarahkan pada peningkatan kualitas hasil produksi, efisiensi biaya, penciptaan nilai tambah, serta keberlanjutan lingkungan.
Menurutnya, pertanian memiliki posisi strategis dalam menjaga ketahanan pangan dan menggerakkan perekonomian masyarakat. Karena itu, peningkatan produktivitas harus berjalan beriringan dengan upaya memperbaiki kesejahteraan petani.
Ia berharap Gapoktan Karya Tani Mandiri dapat memperluas kerja sama antarkelompok tani dan meningkatkan akses terhadap informasi serta teknologi pertanian modern.
“Gapoktan Karya Tani Mandiri diharapkan terus memperkuat kerja sama antarp etani, meningkatkan akses terhadap informasi dan teknologi pertanian modern, serta mendorong penggunaan pupuk organik dan praktik pertanian ramah lingkungan,” pesannya.
Rijanto juga mendorong agar sekretariat dimanfaatkan sebagai tempat mengembangkan inovasi dan membangun kemitraan dengan penyuluh, lembaga keuangan, pelaku usaha, serta pemerintah.
Selain peningkatan produktivitas, ia menyoroti pentingnya pengelolaan usaha tani secara profesional dan regenerasi petani agar sektor pertanian tetap menarik bagi generasi muda.
“Petani harus semakin berdaya, hasil pertanian semakin berkualitas, dan kesejahteraan masyarakat terus meningkat,” tegas Rijanto.
Tantangan Berikutnya Ada pada Pemanfaatan Bantuan
Penyaluran alsintan dan penguatan kelembagaan menjadi dua aspek yang saling berkaitan dalam pengembangan sektor pertanian. Peralatan dapat menunjang pekerjaan di lapangan, sedangkan organisasi petani berperan menghimpun kebutuhan dan memperkuat koordinasi.
Namun, bantuan peralatan perlu diikuti pengelolaan yang baik, perawatan berkala, dan pemanfaatan sesuai kebutuhan penerima. Sementara itu, sekretariat Gapoktan perlu dihidupkan melalui kegiatan koordinasi dan pendampingan yang berkelanjutan.
Dengan demikian, dukungan pemerintah daerah tidak berhenti pada penyaluran bantuan dan peresmian fasilitas. Tujuan akhirnya adalah memperkuat kemampuan petani mengelola usaha tani, menghadapi persoalan produksi, serta meningkatkan kesejahteraan secara berkelanjutan.





