‎“Saya Mau Melerai, Malah Dikeroyok”: Pemain Emas Putih Luka Babak Belur Usai Final PSJ CUP 3 2026

Rembang, Fokusinews.com – Insiden kericuhan mewarnai laga Final PSJ Cup 3 2026 yang mempertemukan Yura FC dan Emas Putih (Tireman) di Lapangan Jambangan, Rembang. Dalam kejadian tersebut, seorang pemain Emas Putih bernama Riki mengalami luka pada bagian kepala yang diduga akibat pukulan.

‎Menurut keterangan Riki, kejadian bermula ketika dirinya hendak melerai dan memisahkan keributan. Namun, ia justru mengaku menjadi korban pengeroyokan oleh sejumlah orang yang diduga merupakan panitia penyelenggara.

‎“Rencana saya mau misah, Mas, malah saya dikeroyok panitia. Yang memukul kepala saya mengaku, ‘Aku iki panitia kok, Mas.’ Ada sekitar lima sampai sepuluh orang yang memukuli saya,” ujar Riki saat memberikan keterangan.

‎Akibat kejadian tersebut, Riki mengalami luka pada bagian kepala. Ia merupakan salah satu pemain Emas Putih (Tireman) yang berlaga dalam pertandingan final tersebut.

‎Sementara itu, Zaenuri, ayah korban, mengaku melihat langsung kejadian tersebut. Ia mengatakan sempat berusaha melindungi anaknya ketika melihat Riki dikerumuni sejumlah orang.

‎“Anak saya rencananya saya lindungi. Saking banyaknya yang mengeroyok anak saya, saya kewalahan, Mas. Anak saya itu korban salah sasaran panitia,” ungkap Zaenuri.

‎Zaenuri juga menyebut dirinya melihat secara langsung adanya tindakan pemukulan terhadap anaknya.

‎“Memang memukul di depan saya, Mas. Salah satunya memakai jaket hitam,” tambahnya.

‎Hingga berita ini diturunkan, keterangan mengenai pihak-pihak yang terlibat dalam dugaan pengeroyokan tersebut masih berdasarkan kesaksian korban dan saksi di lokasi. Untuk memastikan kronologi serta pihak yang bertanggung jawab, diperlukan klarifikasi dari panitia penyelenggara maupun pihak terkait lainnya.

‎Peristiwa tersebut menjadi perhatian karena kericuhan terjadi setelah pertandingan final PSJ Cup 3 2026 yang seharusnya menjadi ajang sportivitas dan persaudaraan antarklub.



‎Reporter: Read One

Pos terkait