Senior PCNU Gianyar Ambil Peran dalam Apel Hari Santri Nasional 2026, Teguhkan Semangat Perjuangan Ulama

GIANYAR, Fokusinews.com, 22 Oktober 2026 – Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 di Kabupaten Gianyar berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan. Apel yang digelar di halaman PAUD RA Khadijah Gianyar tersebut diikuti sejumlah unsur Badan Otonom (Banom) Nahdlatul Ulama (NU) bersama jajaran Pengurus Harian PCNU Kabupaten Gianyar.

Kegiatan ini melibatkan Muslimat NU, Pagar Nusa, serta pengurus PCNU Gianyar. Meski sejumlah unsur organisasi, yakni GP Ansor, Banser, dan Fatayat NU, belum dapat menghadiri kegiatan, pelaksanaan apel tetap berjalan tertib dan lancar.

Sebelum apel dimulai, panitia terlebih dahulu melaksanakan gladi bersih untuk memastikan seluruh rangkaian acara berlangsung sesuai rencana. Salah satu hal yang menarik dalam peringatan tahun ini adalah keterlibatan para senior PCNU Gianyar dalam menjalankan tugas upacara.

Hari Subambang, seorang purnawirawan TNI yang usianya hampir menginjak 70 tahun, dipercaya sebagai Perwira Upacara. Sementara itu, posisi Pemimpin Upacara diemban Pardjo, mantan anggota Polri berusia 65 tahun.

Keterlibatan keduanya menjadi bagian penting dalam pelaksanaan apel sekaligus menunjukkan bahwa semangat pengabdian dan kecintaan terhadap organisasi tetap terjaga lintas generasi.

Ketua PCNU Gianyar: Hari Santri Bukan Sekadar Seremonial

Dalam amanatnya, Ketua PCNU Kabupaten Gianyar, H. Sukisno Suwandi, menegaskan bahwa Hari Santri Nasional harus dimaknai lebih dalam daripada sekadar agenda peringatan tahunan. Momentum ini merupakan kesempatan untuk mengenang jasa para ulama dan santri yang turut berjuang dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Ia mengingatkan bahwa sejarah perjuangan bangsa tidak dapat dipisahkan dari peran ulama dan kalangan pesantren dalam melawan penjajahan.

“Hari Santri Nasional bukanlah agenda seremonial belaka. Hari Santri adalah momentum penting untuk meneladani jasa para ulama dalam berjuang melawan penjajah,” ungkap H. Sukisno Suwandi dalam amanatnya.

Menurutnya, tantangan perjuangan pada masa kini telah mengalami perubahan. Jika dahulu para santri berjuang menghadapi penjajah dengan senjata dan bambu runcing, saat ini perjuangan harus diwujudkan melalui peningkatan kualitas pendidikan, penguasaan pengetahuan, serta kemampuan menjawab berbagai tantangan zaman.

Ia juga mengajak para santri dan seluruh elemen masyarakat untuk tidak berhenti pada kemampuan menyampaikan gagasan, termasuk melalui media sosial. Lebih dari itu, diperlukan tindakan nyata, inovasi, dan kepemimpinan yang mampu memberikan kontribusi bagi kemajuan bangsa.

“Harapannya, kita tidak hanya pandai bernarasi di media sosial, tetapi siap menjadi pemimpin yang inovatif dan berada di garda terdepan dalam membangun bangsa,” tegasnya.

Menjaga Tradisi, Menyiapkan Generasi Masa Depan

Pesan yang disampaikan dalam apel tersebut menjadi pengingat bahwa nilai perjuangan para ulama perlu diteruskan melalui kerja nyata di tengah masyarakat. Semangat Hari Santri diharapkan mampu mendorong generasi muda untuk meningkatkan kapasitas diri, melawan kebodohan, serta mengambil bagian dalam pembangunan bangsa.

Bagi keluarga besar NU di Kabupaten Gianyar, peringatan ini juga menjadi ruang untuk memperkuat kebersamaan, menjaga tradisi keagamaan, dan melanjutkan pengabdian kepada masyarakat.

Rangkaian Apel Hari Santri Nasional 2026 di halaman PAUD RA Khadijah Gianyar ditutup dengan doa bersama dan sesi foto seluruh peserta.

Melalui peringatan ini, PCNU Kabupaten Gianyar berharap semangat perjuangan ulama tidak hanya dikenang dalam upacara, tetapi juga diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui pendidikan, persatuan, inovasi, dan pengabdian kepada bangsa.

Reporter: Read One

Pos terkait